Jambidalamberita.id, BATANG HARI – Bupati Batang Hari, Mhd Fadhil Arief, secara resmi meresmikan Jembatan Sungai Badak Mati I dan II di Simpang Desa Pulau Betung, serta ruas jalan menuju Desa Lopak Aur, Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batang Hari, Senin (29/6/2026).
Peresmian infrastruktur tersebut ditandai dengan pemotongan pita dan penandatanganan prasasti oleh Bupati Mhd Fadhil Arief sebagai simbol dimulainya pemanfaatan jembatan dan jalan yang telah selesai dibangun untuk mendukung mobilitas masyarakat.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Batang Hari, Ajrisa Windara, dalam laporannya menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Sungai Badak Mati I menggunakan konstruksi girder dengan bentang sepanjang 15 meter. Sementara Jembatan Sungai Badak Mati II dibangun menggunakan konstruksi baja dengan bentang 12 meter.
Menurut Ajrisa, pembangunan kedua jembatan tersebut menghabiskan anggaran sebesar Rp5,4 miliar yang bersumber dari APBD Kabupaten Batang Hari Tahun Anggaran 2025.
Selain pembangunan jembatan, Pemerintah Kabupaten Batang Hari juga membangun ruas Jalan Desa Lopak Aur sepanjang 6,6 kilometer dengan konstruksi aspal. Proyek jalan tersebut menelan anggaran sekitar Rp7,035 miliar yang juga bersumber dari APBD Kabupaten Batang Hari.
Ajrisa menjelaskan, pembangunan jalan dan jembatan dilaksanakan secara bersamaan sesuai arahan Bupati Batang Hari agar manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat. Menurutnya, membangun jembatan tanpa didukung akses jalan yang memadai tidak akan memberikan manfaat maksimal.
"Atas instruksi Bupati Batang Hari, pembangunan dilakukan secara terpadu sehingga akses jalan dan jembatan saling terhubung. Dengan demikian, aktivitas masyarakat menjadi lebih mudah, lancar, dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi desa," ujarnya.
Ia juga mengapresiasi dukungan masyarakat sehingga seluruh proses pembangunan dapat diselesaikan tepat waktu tanpa kendala berarti.
Pada kesempatan itu, Ajrisa mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga fasilitas umum yang telah dibangun. Ia mengingatkan bahwa jembatan memiliki batas maksimal beban kendaraan di bawah 10 ton dan telah dipasang pembatas baja guna mencegah kendaraan bertonase besar melintas.
"Mari kita jaga bersama infrastruktur yang telah dibangun. Dengan demikian, aset daerah ini dapat dimanfaatkan dalam jangka waktu yang lebih panjang dan tetap memberikan manfaat bagi masyarakat," katanya.
Sementara itu, Bupati Batang Hari Mhd Fadhil Arief mengatakan pembangunan Jembatan Sungai Badak Mati merupakan hasil perjuangan yang tidak mudah. Menurutnya, proyek tersebut dilaksanakan di tengah kebijakan efisiensi anggaran nasional, sementara kondisi jembatan lama sudah tidak layak karena usia teknisnya yang telah habis sejak dibangun pada masa Orde Baru.
Ia mengungkapkan bahwa pembangunan infrastruktur menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kabupaten Batang Hari untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah dan memperlancar aktivitas masyarakat.