Metronews

Eks Arena MTQ Jambi Didorong Kembali Jadi Pusat Budaya, Gubernur Al Haris Soroti Kondisi Anjungan Rumah Adat

0

0

jambidalamberita |

Senin, 29 Jun 2026 09:26 WIB

Reporter : Kurniawan

Editor : Kurniawan

Salah satu Anjungan Rumah Adat Jambi yang berada di lokasi ex Arena MTQ - (Jambidalamberita.id)

Berita Terkini, Eksklusif di Whatsapp

+ Gabung

Jambidalamberita.id, JAMBI – Eks Arena Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Provinsi Jambi merupakan kawasan tempat penyelenggaraan MTQ yang berada di Kota Jambi.Lokasi ini dikenal sebagai salah satu ruang publik favorit masyarakat karena memiliki lapangan yang luas, kompleks Anjungan Rumah Adat kabupaten/kota se-Provinsi Jambi, serta berdampingan dengan Kebun Binatang (Taman Rimba Jambi ) dan Bandara Sultan Thaha.

Setiap hari, terutama pada sore dan akhir pekan, kawasan tersebut ramai di kunjungi masyarakat yang memanfaatkan area itu untuk berolahraga, mulai dari jogging, bersepeda, dan lari

Suasana yang teduh dengan pepohonan rindang menjadikan lokasi ini sebagai salah satu ruang terbuka yang banyak dikunjungi warga.

Namun, belakangan kawasan Anjungan Rumah Adat di Eks Arena MTQ menjadi sorotan publik setelah muncul dugaan adanya penyalahgunaan sebagian area untuk aktivitas yang dinilai meresahkan. Kondisi tersebut memunculkan harapan agar kawasan itu kembali ditata, dirawat, serta mendapat pengawasan yang lebih maksimal.

Hal serupa juga disampaikan Gubernur Jambi, Al Haris, saat membuka Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) "Jambi Elok Nian" Kabupaten Merangin di Anjungan Rumah Adat Merangin, kawasan Eks Arena MTQ, Sabtu malam 27 juni 2026.

Dalam sambutannya, Al Haris berharap seluruh Anjungan Rumah Adat yang dibangun menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) oleh para pendahulu dapat kembali dimanfaatkan oleh masing-masing pemerintah kabupaten dan kota.

Menurutnya, sejumlah bangunan di kawasan tersebut kini mulai mengalami kerusakan. Beberapa bagian terlihat lapuk, sementara sejumlah fasilitas dilaporkan telah hilang.

Ia juga mengaku prihatin karena kawasan Eks Arena MTQ disebut telah dimanfaatkan untuk aktivitas yang tidak semestinya.

"Banyak anak-anak muda yang di sini juga menggunakan tempat ini untuk pasangan dan sebagainya," ujar Al Haris.

Gubernur menegaskan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab untuk mengembalikan fungsi kawasan tersebut sebagai ruang publik sekaligus pusat pelestarian budaya. Ia berharap Eks Arena MTQ dapat dikembangkan menjadi Taman Melayu Jambi yang hidup dengan berbagai kegiatan budaya, seni, serta mampu membuka peluang ekonomi bagi pelaku UMKM.

Al Haris, berharap event Jambi Elok Nian menjadi salah satu langkah awal untuk menghidupkan kembali kawasan tersebut agar lebih bermanfaat bagi masyarakat.

Selain itu, ia mengimbau seluruh pemerintah kabupaten dan kota agar menjaga kebersihan serta merawat anjungan dan rumah adat yang menjadi representasi budaya daerah masing-masing. Keberadaan rumah adat tersebut dinilai penting sebagai sarana edukasi bagi masyarakat dan wisatawan untuk mengenal adat istiadat serta kearifan lokal yang dimiliki setiap daerah di Provinsi Jambi.

Sumber :

1 2

# TAGS

Share :

KOMENTAR

Konten komentar merupakan tanggung jawab pengguna dan diatur sesuai ketentuan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Komentar

BERITA TERKAIT


BERITA TERKINI


BERITA POPULER