Daerah

DPRD Batang Hari Sidak PT JDR, Verifikasi Dugaan Pelanggaran Hak Pekerja dan Keluhan Warga.

0

0

jambidalamberita |

Selasa, 09 Jun 2026 18:39 WIB

Reporter : Kurniawan

Editor : Kurniawan

DPRD Batang Hari bersama pihak terkait saat melakukan sidak ke PT JDR di Desa Sungai Buluh, Muara Bulian, Selasa (9/6/2026). - (Jambidalamberita.id)

Berita Terkini, Eksklusif di Whatsapp

+ Gabung

Jambidalamberita.id, BATANG HARI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Batang Hari melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke PT Jambi Distribusindo Raya (JDR) yang berlokasi di Desa Sungai Buluh, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batang Hari, Selasa (9/6/2026).

Sidak yang dimulai sekitar pukul 11.00 WIB tersebut merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat terkait dugaan pelanggaran hak-hak pekerja yang sebelumnya telah dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Batang Hari.

Kegiatan verifikasi lapangan itu dipimpin anggota DPRD dari berbagai komisi dan turut dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia Provinsi Jambi Sukiman, Tim Terpadu Pemerintah Kabupaten Batang Hari, Polres Batang Hari, perwakilan masyarakat, aliansi mahasiswa, serta pihak perusahaan.

Dalam sidak tersebut, DPRD melakukan pengecekan langsung terhadap sejumlah laporan yang disampaikan masyarakat. Selain memeriksa dokumen dari pihak pelapor maupun perusahaan, rombongan juga meninjau kondisi lingkungan sekitar lokasi usaha untuk memastikan fakta di lapangan sesuai dengan laporan yang berkembang.

Anggota Komisi II DPRD Batang Hari, Muhammad Amin Hudari, mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk memperoleh data dan fakta yang objektif sebelum DPRD mengambil kesimpulan dalam pembahasan lanjutan.

Baca Juga:

Kapolsek Mersam Ajak Warga Manfaatkan Layanan 110, Sopir Mengantuk Dipersilakan Istirahat di Mapolsek

Menurutnya, seluruh dokumen dan keterangan yang diperoleh dari berbagai pihak akan menjadi bahan evaluasi dalam RDP berikutnya. DPRD juga melakukan pemeriksaan terhadap dugaan pencemaran limbah yang sebelumnya dikeluhkan warga.

Namun, berdasarkan hasil peninjauan awal di lapangan, belum ditemukan indikasi adanya limbah berbahaya sebagaimana yang dikhawatirkan masyarakat.

“Semua dokumen yang kami terima akan dipelajari lebih lanjut. DPRD ingin memastikan setiap laporan diuji berdasarkan fakta dan data yang dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Amin.

Sementara itu, perwakilan masyarakat Sungai Buluh, Boy Marsukun, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai dokumen pendukung untuk memperkuat laporan yang diajukan kepada DPRD.

Baca Juga:

Kapolsek Pemayung Beri Pembinaan kepada Pemuda, Tekankan Bahaya Tawuran dan Narkoba

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian masyarakat adalah dugaan pemotongan gaji pekerja tanpa penjelasan yang jelas dari perusahaan. Warga berharap DPRD dapat mengawal persoalan tersebut secara objektif sehingga hak-hak pekerja yang merasa dirugikan mendapatkan kepastian hukum dan keadilan.

Menurut Boy, dugaan pemotongan upah tanpa alasan yang jelas juga telah menjadi salah satu pokok pembahasan dalam RDP DPRD Batang Hari sebelumnya.

“Kami berharap semua pihak melihat persoalan ini secara terbuka dan berdasarkan fakta yang ada,” kata Boy.

Sumber :

Share :

KOMENTAR

Konten komentar merupakan tanggung jawab pengguna dan diatur sesuai ketentuan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Komentar

BERITA TERKAIT


BERITA TERKINI


BERITA POPULER