Metronews

Sorotan Publik terhadap LCC Empat Pilar MPR RI, Penilaian Artikulasi Juri Dipertanyakan

0

0

jambidalamberita |

Rabu, 13 Mei 2026 07:56 WIB

Reporter : Kurniawan

Editor : Kurniawan

Final LCC Empat Pilar MPR RI 2026 di Kalbar menjadi sorotan usai kontroversi penilaian juri terkait artikulasi jawaban peserta. - (Jambidalamberita.id)

Berita Terkini, Eksklusif di Whatsapp

+ Gabung

Jambidalamberita.id – Kontroversi penilaian dalam ajang Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 menjadi sorotan publik setelah sebuah video final tingkat Provinsi Kalimantan Barat viral di media sosial. 

Perdebatan mencuat setelah seorang peserta dinyatakan salah oleh dewan juri, meskipun jawaban yang disampaikan tim C2 dan B4 sama. Namun, jawaban dari tim C2 dinyatakan salah dan diberikan nilai -5, sementara jawaban tim B4 justru dinyatakan benar dan diberikan nilai 10.

Permasalahan utama dalam polemik ini terletak pada alasan juri yang menyebut jawaban peserta tidak dapat diterima karena artikulasi atau pengucapan dianggap kurang jelas. 

Keputusan tersebut langsung menuai protes, terutama setelah jawaban yang sama justru dinyatakan benar ketika diberikan kepada tim lain.

Baca Juga:

Korban Kecelakaan di Muara Bulian, Warga Bungku Akhirnya Mengembuskan Napas Terakhir

Insiden tersebut memantik kritik luas dari masyarakat dan warganet yang menilai penilaian dalam lomba cerdas cermat seharusnya berfokus pada ketepatan substansi jawaban, bukan pada kualitas vokal atau kejelasan pelafalan peserta.

Banyak pihak mempertanyakan objektivitas dewan juri dalam mengambil keputusan. Tidak sedikit yang menilai keputusan tersebut mencederai semangat kompetisi yang menjunjung tinggi keadilan, transparansi, dan penghargaan terhadap kemampuan berpikir peserta.

Video momen kontroversial itu pun dengan cepat menyebar di berbagai platform media sosial, memicu gelombang komentar dari publik, akademisi, hingga tokoh masyarakat. 

Sebagian besar menyayangkan adanya standar penilaian yang dianggap tidak konsisten dan berpotensi merugikan peserta.

Baca Juga:

Gubernur Al Haris Lepas 442 Jemaah Haji Kloter BTH 19, Ingatkan Fokus Ibadah dan Jangan Sia-siakan Peruangan Puluhan Tahun

Akibat polemik yang semakin meluas, salah satu juri yang disebut dalam kontroversi tersebut, Indri Wahyuni, yang diketahui menjabat sebagai Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR RI, dikabarkan telah dicopot dari posisinya. 

Langkah ini dinilai sebagai bentuk respons terhadap tekanan publik dan upaya menjaga kredibilitas penyelenggaraan lomba.

Tidak hanya itu, sejumlah anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI juga turut angkat bicara. 

Mereka meminta agar proses lomba dievaluasi secara menyeluruh, bahkan mengusulkan agar babak final diulang demi memastikan keadilan bagi seluruh peserta yang terlibat.

Sumber :

Share :

KOMENTAR

Konten komentar merupakan tanggung jawab pengguna dan diatur sesuai ketentuan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Komentar

BERITA TERKAIT


BERITA TERKINI


Kurniawan

0

0

Opini

Rabu, 13 Mei 2026 09:24 WIB

BERITA POPULER