Jambidalamberita.id, JAMBI – Pemerintah Kota Jambi memastikan ketersediaan bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026 dalam kondisi aman dan terkendali. Kepastian itu disampaikan setelah Wali Kota Jambi, Maulana, bersama Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah lokasi distribusi pangan, Senin (9/3/2026).
Sidak dilakukan di Pasar Talang Banjar serta gudang penyimpanan bahan pangan di Kelurahan Talang Bakung, Kecamatan Paal Merah. Dalam kegiatan tersebut, rombongan turut didampingi unsur Forkopimda Kota Jambi, perwakilan Bulog, Badan POM, serta sejumlah kepala perangkat daerah di lingkungan Pemkot Jambi.
Usai melakukan peninjauan, Wali Kota Maulana menyampaikan bahwa stok sejumlah komoditas utama seperti beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta minyak goreng Minyakita masih tersedia dengan harga yang tetap berada dalam batas Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Alhamdulillah, dari hasil pengecekan di lapangan, stok dan harga bahan pokok masih terkendali dan sesuai dengan ketentuan HET,” ujar Maulana.
Meski demikian, ia mengungkapkan bahwa harga beras premium di Kota Jambi saat ini mengalami kenaikan sekitar 11 persen. Untuk mengantisipasi lonjakan harga dan menjaga stabilitas pasar, pemerintah menyiapkan bantuan cadangan pangan bagi masyarakat.
Melalui program tersebut, setiap kepala keluarga penerima manfaat akan mendapatkan bantuan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng untuk kebutuhan selama dua bulan. Bantuan ini ditargetkan menjangkau sekitar 50 ribu kepala keluarga di Kota Jambi.
“Program bantuan cadangan pangan ini diharapkan dapat membantu masyarakat sekaligus menekan potensi kenaikan harga menjelang hari raya,” jelasnya.
Selain beras dan minyak goreng, Maulana juga menyoroti ketersediaan gula yang saat ini mulai mengalami sedikit kekurangan di pasaran. Menurutnya, komoditas tersebut menjadi perhatian khusus karena permintaannya biasanya meningkat menjelang Idul Fitri.
Namun demikian, hasil koordinasi dengan Bulog menunjukkan bahwa stok gula masih tersedia dan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Kami sudah melakukan pengecekan ke Bulog dan stoknya masih ada. Ini juga akan menjadi usulan melalui Satgas Pangan agar pasokan gula di Kota Jambi tetap terjaga,” katanya.
Saat ini, ketersediaan gula di wilayah tersebut diperkirakan mencapai sekitar 30 ribu ton. Pemerintah juga mendorong produsen untuk memastikan pasokan tetap stabil hingga menjelang hari raya.
Dengan kondisi stok bahan pokok yang masih mencukupi, Pemerintah Kota Jambi mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Warga diharapkan dapat berbelanja secara bijak agar stabilitas harga tetap terjaga.