Perhatian terhadap kelompok rentan diwujudkan lewat Lansia Bahagia, mulai dari bantuan pangan, layanan kesehatan ramah lansia di seluruh puskesmas, hingga program Sekolah Lansia.
Di sisi infrastruktur dan lingkungan, Kota Tangguh mencatat berbagai capaian, mulai dari rekonstruksi dan rehabilitasi puluhan ruas jalan, pembangunan jalan lingkungan, penanganan banjir, normalisasi drainase, hingga rencana kolam retensi terpadu yang juga diarahkan sebagai kawasan wisata.
Pemkot Jambi juga memperkuat pengelolaan persampahan melalui kerja sama pengolahan sampah terpadu, pengadaan armada listrik, serta penyaluran puluhan gerobak motor sampah berbasis partisipasi masyarakat.
Budaya, Reformasi Birokrasi, dan Layanan Cepat
Melalui Bahagia Berbudaya, berbagai event budaya Melayu dan lintas etnis terus digelar, sekaligus memperkuat identitas Kota Jambi sebagai kota toleran dan harmonis.
Di internal pemerintahan, program APEL KOTA dan BALAP mendorong penguatan integritas ASN, termasuk pengangkatan ribuan tenaga honorer menjadi PPPK. Sementara Call Center Bahagia (112) mencatat lebih dari 6.100 panggilan dengan tingkat penyelesaian mencapai 97 persen sepanjang 2025.
Tantangan dan Arah 2026Selama tahun pertama kepemimpinan, Pemkot Jambi juga menorehkan 37 penghargaan di tingkat provinsi, nasional, hingga internasional.
Memasuki tahun kedua, Maulana–Diza mengidentifikasi sejumlah tantangan, mulai dari keterbatasan keuangan daerah, tuntutan peningkatan layanan publik, hingga isu perubahan iklim. Pemerintah menargetkan capaian indikator strategis 2026, seperti pertumbuhan ekonomi 5,75 persen, IPM 82,45, penurunan kemiskinan, pengendalian inflasi, serta peningkatan investasi hingga Rp2 triliun.
Ke depan, Pemkot Jambi menegaskan fokus pada kolaborasi lintas sektor, optimalisasi pembiayaan non-APBD, digitalisasi birokrasi, serta percepatan program prioritas nasional agar manfaat pembangunan semakin dirasakan masyarakat luas. (*)