Jambidalamberita.id, Jambi – DPRD Provinsi Jambi mendorong pengembangan Desa Muara Sekalo, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, sebagai desa wisata berbasis konservasi gajah. Upaya ini dinilai mampu menggabungkan pelestarian satwa dengan peningkatan ekonomi masyarakat sekitar kawasan konservasi.
Anggota DPRD Provinsi Jambi, Ansori Hasan, menyampaikan bahwa pengesahan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang desa wisata menjadi momentum tepat untuk mengintegrasikan Pusat Informasi Konservasi Gajah (PIKG) Muara Sekalo ke dalam program desa wisata unggulan.
Menurutnya, keberadaan penangkaran gajah di kawasan Bentang Alam Bukit Tigapuluh memiliki daya tarik besar jika dikemas secara profesional sebagai destinasi wisata edukatif. Kolaborasi antara pemerintah daerah, Dinas Pariwisata, BKSDA Jambi, dan masyarakat setempat dinilai menjadi kunci keberhasilan program tersebut.
“Konservasi tidak hanya soal menjaga satwa, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat sekitar,” ujar Ansori.
Kabupaten Tebo sendiri dikenal memiliki potensi wisata alam berbasis konservasi, khususnya perlindungan gajah Sumatra yang hidup di kawasan Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT). Optimalisasi kawasan ini diharapkan mampu menekan konflik manusia dan satwa sekaligus membuka peluang usaha baru bagi warga.
Sementara itu, Kepala BKSDA Jambi, Himawan Sasongko, mengakui bahwa akses infrastruktur menuju PIKG masih menjadi tantangan utama. Jalan menuju lokasi dari pusat kota dinilai belum memadai, sehingga mempengaruhi minat kunjungan wisatawan.
“Perbaikan akses jalan menjadi kebutuhan mendesak agar kawasan ini lebih mudah dijangkau dan diminati,” jelas Himawan.
Meski demikian, sejak diresmikan pada 2022, PIKG telah dilengkapi dengan fasilitas penginapan dan sarana pendukung untuk wisatawan yang ingin merasakan pengalaman berinteraksi langsung dengan gajah. Namun, kapasitas fasilitas tersebut masih terbatas.
BKSDA Jambi juga mendorong masyarakat desa penyangga untuk berperan aktif menyediakan akomodasi tambahan, seperti homestay, agar manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas.
PIKG Muara Sekalo berfungsi sebagai pusat mitigasi konflik gajah, perawatan gajah jinak, serta sarana wisata edukasi. Kawasan Bentang Alam Bukit Tigapuluh sendiri membentang dari Kabupaten Tebo hingga Tanjung Jabung Barat, dengan jarak tempuh sekitar 42 kilometer dari ibu kota Kabupaten Tebo.
Data BKSDA mencatat, populasi gajah terbesar di wilayah tersebut berada di Bukit Tigapuluh Tebo dengan jumlah mencapai 129 ekor, menjadikannya aset konservasi sekaligus potensi wisata strategis bagi Provinsi Jambi. (*)