Jambidalamberita.id, Merangin - Kunjungan kerja Kementerian Sosial RI ke Kabupaten Merangin dijadwalkan akan menyasar sejumlah lokasi strategis, mulai dari Sekolah Rakyat hingga kawasan Dam Betuk.
Agenda ini menjadi tindak lanjut pertemuan antara
Bupati Merangin, M. Syukur, dengan Menteri Sosial Syaifullah Yusuf di Jakarta beberapa hari lalu.
Bupati Merangin M. Syukur menerima langsung kedatangan jajaran Direktorat Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil (PKAT) Kemensos RI di Rumah Dinas Bupati, Senin (26/1). Rombongan dipimpin oleh Direktur PKAT Kemensos RI, I Ketut Supena.
Dalam agenda kunjungan yang dijadwalkan berlangsung Selasa (27/1), Kemensos akan meninjau Desa Tanjung Lamin, Kecamatan Pamenang Barat, serta Desa Tambang Baru, Kecamatan Tabir Lintas.
Dua lokasi tersebut dinilai memiliki potensi strategis dalam pengembangan pemberdayaan komunitas adat dan ekonomi kerakyatan.
Untuk memastikan seluruh agenda berjalan optimal, Bupati M. Syukur memimpin langsung rapat koordinasi bersama jajaran Kemensos dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Merangin.
Rapat tersebut membahas kesiapan teknis lapangan serta dukungan lintas sektor.
“Hari ini kita mematangkan seluruh persiapan agar kunjungan besok benar-benar memberi dampak nyata bagi masyarakat, khususnya komunitas adat,” ujar M. Syukur.
Berdasarkan hasil rapat, Direktur PKAT Kemensos dijadwalkan melakukan peninjauan Sekolah Rakyat (SR) di Desa Tanjung Lamin sebagai bagian dari evaluasi fasilitas pendidikan bagi komunitas adat. Selain itu, rombongan juga akan melihat langsung rencana pengembangan keramba ikan di kawasan Dam Betuk, Desa Tambang Baru, sebagai upaya penguatan ekonomi masyarakat melalui sektor perikanan.
Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri pejabat Kemensos RI, unsur Forkopimda, serta sejumlah kepala OPD terkait di lingkungan
Pemkab Merangin, di antaranya Dinas Perikanan, Dinas Sosial, Bagian SDA, dan Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan.
Pemkab Merangin berharap kunjungan kerja ini dapat menghasilkan program konkret yang berkelanjutan dalam meningkatkan kesejahteraan komunitas adat dan memaksimalkan potensi lokal daerah. (*)