Jambidalamberita.id, Jambi – Keterbatasan alokasi jaringan gas rumah tangga (jargas) di Kota Jambi memicu kecemburuan sosial hingga konflik antarwarga.
Kondisi ini mendorong Anggota DPR RI asal daerah pemilihan Jambi, Rocky Candra, mendesak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menambah kuota sambungan gas untuk wilayah tersebut.
Rocky mengungkapkan, alokasi jargas di Kota Jambi menjadi yang paling sedikit dibanding daerah lain. Saat turun langsung ke masyarakat, ia menemukan persoalan sosial akibat distribusi sambungan yang tidak merata.
“Jargas kami paling sedikit. Saat saya turun ke lapangan, terjadi permasalahan hingga ribut antar tetangga. Karena itu kami minta tambahan alokasi,” kata Rocky di Jambi, Jumat (23/1).
Hal itu disampaikan Rocky dalam rapat kerja Komisi XII DPR RI bersama Kementerian ESDM, Kamis (22/1). Menurutnya, dalam satu rukun tetangga (RT) rata-rata terdapat sekitar 100 kepala keluarga, namun hanya sekitar 30 rumah yang memperoleh sambungan jaringan gas.
“Ketimpangan ini menimbulkan kecemburuan. Akibatnya terjadi gesekan di bawah dan konflik sosial,” ujarnya.
Melalui forum resmi tersebut, Rocky secara tegas mengajukan penambahan kuota jargas untuk Provinsi Jambi, khususnya Kota Jambi.
“Kami dari Provinsi Jambi, khususnya Kota Jambi, meminta tambahan kuota sebanyak 100 ribu sambungan,” tegasnya.
Di sisi lain, Pemerintah Kota Jambi juga terus mengupayakan penambahan sekitar 50 ribu sambungan jaringan gas rumah tangga sebagai bagian dari komitmen menghadirkan energi terjangkau bagi masyarakat.
Upaya itu merupakan kelanjutan dari realisasi pembangunan 13.235 sambungan jaringan gas beserta infrastruktur pendukung yang dilaksanakan pada 2025. Saat ini, proses pengerjaan jaringan distribusi masih terus berjalan.
Berdasarkan data terbaru, jumlah pelanggan jaringan gas di Kota Jambi mencapai 13.226 sambungan rumah, dengan 11.025 sambungan aktif. Program jargas dinilai memberi dampak positif, mulai dari pengendalian inflasi, pengurangan beban pengeluaran rumah tangga, hingga menekan subsidi elpiji 3 kilogram serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. (*)