Hukum

Misteri Kematian Kakek di Kebun Kelapa Tanjab Timur, Sebelumnya Sempat Minta Diantarkan Badik

0

0

jambidalamberita |

Selasa, 20 Jan 2026 09:10 WIB

Reporter : Yudi

Editor : Kurniawan

Sesosok jasad pria lanjut usia ditemukan meninggal dunia di kebun kelapa Desa Siau Dalam, Kecamatan Muarasabak Timur, Kabupaten Tanjab Timur, Senin siang (19/1/2026). - (Jambidalamberita.id)

Berita Terkini, Eksklusif di Whatsapp

+ Gabung

Jambidalamberita.id, MUARASABAK – Warga Desa Siau Dalam, Kecamatan Muarasabak Timur, Kabupaten Tanjab Timur digegerkan dengan penemuan sesosok jasad pria lanjut usia di area perkebunan kelapa, Senin (19/1/2026) siang. Korban diketahui bernama Lambak (75), ditemukan dalam kondisi meninggal dunia tak jauh dari pondok tempatnya biasa tinggal.

Jenazah pertama kali dievakuasi sekitar pukul 14.50 WIB. Saat ditemukan, kondisi tubuh korban sudah membengkak, menghitam, dan mengeluarkan bau menyengat, diduga telah meninggal beberapa hari sebelum ditemukan.

Anak korban, Yuleng, mengungkapkan bahwa semasa hidup ayahnya tidak memiliki riwayat penyakit berat. Ia pun terkejut saat mendapat kabar orang tuanya ditemukan dalam keadaan tak bernyawa.

“Selama ini bapak sehat, tidak pernah mengeluh sakit parah,” ujarnya saat ditemui di lokasi kejadian.

Baca Juga:

Sarolangun Jambi Diguncang Gempa M5,1, Bengkulu Ikut Merasakan Getaran

Yuleng juga mengungkap fakta mencurigakan sebelum kematian ayahnya. Sekitar Senin, 12 Januari 2026, korban sempat menghubunginya melalui telepon dan meminta agar badik miliknya diantarkan ke kebun.

“Bapak bilang ada masalah dengan orang di kebun dan minta saya mengantarkan badiknya,” tutur Yuleng.

Namun, sejak Jumat (16/1/2026), korban tidak lagi bisa dihubungi. Hingga akhirnya pada Minggu (18/1/2026), pihak keluarga mendatangi kebun korban setelah akses sungai memungkinkan untuk dilewati pompong. Sayangnya, korban tidak ditemukan meski ponselnya masih aktif.

Merasa khawatir, keluarga pun melapor ke pihak kepolisian. Pencarian kembali dilakukan keesokan harinya bersama aparat, hingga akhirnya jasad korban ditemukan di sekitar area kebun.

Baca Juga:

Kisruh Guru dan Siswa di SMKN 3 Jambi, Ketua DPRD Provinsi Minta Disdik Turun Tangan

Yuleng menjelaskan, permasalahan yang sempat diceritakan ayahnya berkaitan dengan larangan terhadap seseorang yang hendak menggarap kebun kelapa di sebelah kebun korban. Kebun tersebut disebut milik istri kedua korban, yang saat ini tengah berselisih dan tidak lagi tinggal bersama.

Selain itu, keluarga juga menemukan kejanggalan berupa hilangnya sejumlah barang milik korban. Badik yang biasa dibawa korban serta uang tunai sekitar Rp14 juta diduga raib.

“Biasanya badik selalu ada di tas pinggang bapak. Tasnya masih terpasang, tapi badiknya tidak ada. Uang yang ditemukan cuma sekitar Rp2 juta,” jelasnya.

Saat proses evakuasi, posisi tubuh korban ditemukan tengkurap. Tangan kanan korban masih menggenggam golong, sementara sarung golong terlihat tergantung di pinggang kiri.

Sumber :

1 2

# TAGS

Share :

KOMENTAR

Konten komentar merupakan tanggung jawab pengguna dan diatur sesuai ketentuan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Komentar

BERITA TERKAIT


BERITA TERKINI


BERITA POPULER