Jambidalamberita.id - Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk kembali menunjukkan penguatan tajam pada perdagangan Senin, 19 Januari 2026. Mengacu pada pembaruan di laman resmi Logam Mulia, nilai emas Antam melonjak signifikan dibandingkan hari sebelumnya.
Kenaikan harga tercatat sebesar Rp40.000 per gram. Dari posisi Rp2.663.000, kini harga emas Antam berada di level Rp2.703.000 per gram. Sejalan dengan itu, harga jual kembali atau buyback juga mengalami penyesuaian dan dipatok di angka Rp2.545.000 per gram.
Setiap transaksi emas batangan Antam tetap mengikuti ketentuan perpajakan yang berlaku. Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 34/PMK.10/2017, penjualan kembali emas ke Antam dengan nilai transaksi di atas Rp10 juta dikenakan Pajak Penghasilan Pasal 22. Besarannya mencapai 1,5 persen bagi pemilik NPWP dan 3 persen untuk non-NPWP, dengan mekanisme pemotongan langsung dari nilai buyback.
Sementara itu, pada sisi pembelian emas batangan, PPh Pasal 22 juga diberlakukan sebesar 0,45 persen untuk pemilik NPWP dan 0,9 persen bagi non-NPWP. Dalam setiap transaksi pembelian, konsumen akan memperoleh bukti potong pajak sebagai dokumen resmi.
Adapun harga emas Antam berdasarkan ukuran yang tercatat pada Senin, 19 Januari 2026, adalah sebagai berikut.
Emas 0,5 gram dibanderol Rp1.401.500. Untuk ukuran 1 gram, harganya mencapai Rp2.703.000. Pecahan 2 gram dijual Rp5.346.000, sedangkan 3 gram berada di angka Rp7.994.000. Harga emas 5 gram tercatat Rp13.290.000, sementara ukuran 10 gram dipasarkan Rp26.525.000.
Untuk pecahan yang lebih besar, emas 25 gram dibanderol Rp66.187.000 dan ukuran 50 gram mencapai Rp132.295.000. Emas 100 gram dijual Rp264.512.000. Selanjutnya, ukuran 250 gram berada di harga Rp661.015.000, pecahan 500 gram sebesar Rp1.321.820.000, dan emas 1.000 gram atau 1 kilogram mencapai Rp2.643.600.000.
Penguatan harga emas Antam ini kembali menarik perhatian investor maupun masyarakat. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, logam mulia masih dipandang sebagai instrumen lindung nilai yang relatif aman dan stabil, sehingga pergerakannya terus menjadi sorotan pelaku pasar.