Metronews

Banjir Masih Membekas, Ribuan Hektare Sawah di Sungai Penuh Gagal Ditanami

0

0

jambidalamberita |

Senin, 19 Jan 2026 10:33 WIB

Reporter : Wahyu

Editor : Kurniawan

Sawah di Kabupaten Kerinci Tidak Bisa Digarap Akibat Banjir ist- - (Jambidalamberita.id)

Berita Terkini, Eksklusif di Whatsapp

+ Gabung

Jambidalamberita.id, SUNGAIPENUH – Upaya Pemerintah Kota Sungai Penuh memperluas gerakan penanaman padi di seluruh kecamatan masih menghadapi tantangan serius.

Namun, tidak seluruhnya dapat ditanami karena sebagian lahan masih tergenang air.

Baca Juga:

Petani Kota Jambi Bisa Bernapas Lega, Alokasi Pupuk Subsidi 2026 Disesuaikan Usulan

Ia mengatakan, pemerintah daerah sebenarnya telah merencanakan upaya normalisasi lahan agar kembali produktif. Namun, pelaksanaan program tersebut masih menunggu ketersediaan anggaran.

“Kami tetap berupaya agar normalisasi bisa dilakukan secepatnya sehingga petani dapat kembali menanam padi lokal dengan kualitas terbaik,” ujarnya.

Baca Juga:

Sertifikat Tanah Warga Diblokir, Ketua DPRD Jambi Hafiz Fattah Siap Turun Tangan Selesiakan Konflik

Di tengah kendala tersebut, Pemkot Sungai Penuh tetap mendorong program ketahanan pangan nasional. Salah satunya melalui kebijakan pemerintah pusat yang mewajibkan setiap desa memanfaatkan minimal satu hektare lahan pertanian melalui Anggaran Dana Desa (ADD) tahun 2026.

“Program ini diyakini bisa berjalan karena Sungai Penuh merupakan salah satu daerah penghasil padi unggulan di Sumatera,” kata Suarman.

Ia juga mengimbau para petani untuk tetap aktif berkoordinasi dengan dinas terkait maupun penyuluh pertanian apabila mengalami kendala, baik dalam pengolahan lahan, masa tanam, hingga panen.

Pemerintah daerah berharap, dengan sinergi petani dan dukungan anggaran ke depan, sektor pertanian Sungai Penuh dapat kembali pulih dan berkontribusi terhadap ketahanan pangan daerah. (*)

Sumber :

1 2

# TAGS

Share :

KOMENTAR

Konten komentar merupakan tanggung jawab pengguna dan diatur sesuai ketentuan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Komentar

BERITA TERKAIT


BERITA TERKINI


BERITA POPULER