Jambidalamberita.id, KOTA JAMBI – Media sosial ramai memperbincangkan dua peristiwa dugaan percobaan bunuh diri yang terjadi di lokasi dan hari yang sama, yakni di Jembatan Aur Duri I, Kota Jambi, Jumat (16/01/2026).
Kedua insiden tersebut melibatkan seorang perempuan muda dan seorang pria dewasa yang sama-sama diduga terjun ke Sungai Batanghari.
Peristiwa pertama menimpa seorang perempuan berinisial SA, berusia sekitar 25 tahun, warga Kecamatan Jambi Selatan.
Korban melompat dari jembatan sekitar pukul 12.40 WIB. Informasi kejadian ini cepat menyebar dan memicu kehebohan di masyarakat.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim SAR gabungan langsung dikerahkan. Operasi pencarian melibatkan unsur Kantor Pencarian dan Pertolongan Jambi, kepolisian, Polairud Polda Jambi, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Jambi, serta dukungan warga sekitar. Hingga Jumat malam, pencarian belum membuahkan hasil.
Humas Kantor SAR Jambi, Lutfi, menyampaikan bahwa pencarian terhadap SA akan diperluas. Penyisiran lanjutan direncanakan dimulai Sabtu pagi sekitar pukul 07.00 WIB, dengan cakupan area yang menyesuaikan hasil briefing tim pada malam harinya.
Masih di hari yang sama dan di lokasi yang identik, insiden serupa kembali terjadi. Seorang pria berinisial Z, berusia 47 tahun, warga Kecamatan Pelayangan, terjun dari Jembatan Aur Duri I sekitar pukul 18.30 WIB. Kejadian ini segera dilaporkan saksi kepada tim rescue Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jambi.
Personel Damkartan bergerak cepat meski harus menghadapi arus Sungai Batanghari yang deras, dengan kecepatan mencapai tiga knot.
Korban Z akhirnya ditemukan mengapung di tengah sungai pada jarak sekitar 300 meter dari jembatan, berpegangan pada sebatang kayu. Dalam kondisi tidak sadarkan diri, korban dievakuasi ke Pos Damkartan Jamkose sebelum dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.
Kepala Dinas Damkartan Kota Jambi, Mustari Affandi, mengungkapkan bahwa berdasarkan keterangan saksi, korban diduga sengaja melompat dengan niat mengakhiri hidup.
Mustari menambahkan, pihaknya melakukan koordinasi dengan unsur kecamatan setempat dan rumah sakit guna penanganan lanjutan.
Sementara itu, kepolisian dari wilayah terkait turut melakukan penyelidikan untuk mendalami motif dan kronologi kejadian.