Jambidalamberita.id, Jambi – Insiden kecelakaan laut kembali terjadi di perairan Selat Berhala, Jambi. Sebuah kapal pompong kayu yang membawa nelayan dilaporkan terbalik dan tenggelam akibat gelombang tinggi saat berlayar menuju perairan Alang 3 pada Jumat malam (9/1).
Teriakan minta tolong dari lokasi kejadian pertama kali diterima sekitar pukul 20.19 WIB oleh pihak Terminal Petrochina di sekitar Jetty LPG. Informasi tersebut langsung ditindaklanjuti oleh personel TNI Angkatan Laut dari Binpotmar Nipah Panjang dan Lanal Palembang.
Meski menghadapi cuaca buruk dan ombak besar, tim penyelamat tetap berangkat menuju titik koordinat kejadian di 0°55’025” LS – 104°4’425” BT menggunakan dua unit kapal cepat, yakni Crew Boat MML 01 dan CB BJI.
Upaya pencarian dan evakuasi membuahkan hasil. Tiga nelayan bernama Sutarno, Sahuri, dan Andri berhasil ditemukan dalam kondisi selamat. Namun satu korban lainnya, Parwan (68), dinyatakan meninggal dunia setelah mendapatkan pemeriksaan medis di Klinik Ship 115.
Panglima Komando Armada RI, Laksamana Madya TNI Denih Hendrata, menyampaikan bahwa seluruh korban selamat telah dibawa ke fasilitas kesehatan yang lebih memadai untuk mendapatkan perawatan lanjutan.
Ia menegaskan, respons cepat ini merupakan bentuk nyata kehadiran TNI Angkatan Laut dalam menjaga keselamatan masyarakat pesisir dan pelayaran nasional, khususnya di wilayah perairan rawan cuaca ekstrem.
“TNI AL melalui Koarmada RI akan terus siaga dan berkomitmen melindungi masyarakat maritim demi keselamatan dan keamanan laut Indonesia,” tegas Denih.