Jambidalamberita.id, Jambi – Respons cepat
Tim SAR Gabungan kembali membuahkan hasil. Dalam kurun waktu kurang dari 24 jam, lima orang berhasil diselamatkan dari dua insiden kecelakaan kapal yang terjadi di perairan Provinsi Jambi, Kamis (8/1).
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Jambi, Adah Sudarsa, menyampaikan seluruh korban ditemukan dalam kondisi selamat meski lokasi dan waktu kejadian berbeda.
“Alhamdulillah, seluruh korban berhasil dievakuasi dengan selamat berkat respon cepat dan sinergi seluruh unsur SAR,” ujarnya.
Insiden pertama terjadi pada dini hari di Perairan Kuala Pangkal Duri, Kabupaten Tanjungjabung Barat. Sebuah kapal pengangkut barang yang berlayar dari Kepulauan Lingga menuju Jambi diterjang gelombang tinggi hingga tenggelam sekitar pukul 01.00 WIB.
Tiga orang anak buah kapal (ABK) berada di dalam kapal tersebut.
Setelah menerima laporan dari pihak keluarga pada pagi hari,
Tim SAR langsung bergerak menuju lokasi kejadian. Setibanya di lokasi, kapal ditemukan dalam kondisi karam akibat dihantam ombak setinggi sekitar 2,5 meter.
Ketiga ABK berhasil dievakuasi menggunakan Kapal RIB milik Basarnas. Meski selamat, mereka mengalami kelelahan dan harus mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.
Sementara itu, insiden kedua terjadi pada sore hari di Perairan Mendahara, Kabupaten Tanjungjabung Timur.
Dua nelayan udang asal Kuala Tungkal dilaporkan hilang kontak setelah berangkat melaut sejak pagi.
Tim SAR Gabungan kembali diterjunkan dan menemukan kapal nelayan tersebut dalam kondisi mati mesin di sekitar Perairan Kuala Sungai Alang-Alang. Kedua nelayan berhasil ditemukan selamat dan langsung dievakuasi ke Pelabuhan Roro Kuala Tungkal.
Usai seluruh korban dievakuasi, operasi SAR resmi ditutup. Basarnas Jambi mengimbau nelayan serta pengguna transportasi laut untuk selalu memastikan kesiapan kapal, kelengkapan alat keselamatan, dan memperhatikan kondisi cuaca sebelum berlayar.
Dalam kondisi darurat, masyarakat diminta segera menghubungi Call Center Basarnas 115. (*)