Dibutuhkan dukungan dan partisipasi aktif dari seluruh pemangku kepentingan, mulai dari Pemerintah Pusat, Forkopimda, pemerintah kabupaten dan kota, instansi vertikal, dunia usaha, akademisi, komunitas, media massa, hingga seluruh lapisan masyarakat.
Hasil dari sinergi tersebut tercermin dalam sejumlah indikator pembangunan daerah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Provinsi Jambi, pertumbuhan ekonomi Jambi pada triwulan III tahun 2025 tercatat sebesar 4,77 persen secara tahunan.
Inflasi year on year pada Desember 2025 berada di angka 3,71 persen. Indeks Pembangunan Manusia tahun 2025 mencapai 75,13, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka pada Agustus 2025 tercatat sebesar 4,26 persen, menunjukkan tren penurunan.
Pada periode kedua kepemimpinan Provinsi Jambi, pemerintah daerah mengusung visi besar mewujudkan Jambi MANTAP yang berdaya saing dan berkelanjutan hingga tahun 2029 di bawah ridho Allah SWT.
Visi tersebut dijabarkan melalui penguatan tata kelola pemerintahan, peningkatan daya saing ekonomi daerah, serta pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas dan berkelanjutan.
Menghadapi tantangan pembangunan ke depan, termasuk kebijakan efisiensi anggaran dari Pemerintah Pusat, Wagub Sani mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat sinergi, meningkatkan efektivitas kerja, dan menjaga semangat kolaborasi.
Ajakan tersebut sejalan dengan tema peringatan HUT ke-69 Provinsi Jambi, yakni “Bersinergi Membangun Negeri Menuju Jambi MANTAP 2029”.
Di akhir amanatnya, Wagub Abdullah Sani mengajak seluruh masyarakat Provinsi Jambi, dari wilayah Kerinci hingga Tanjung Jabung Timur, untuk terus bersatu membangun daerah secara berkelanjutan dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan dan budaya lokal.
Dengan kebersamaan dan kolaborasi yang kuat, Provinsi Jambi diharapkan semakin maju, berdaya saing, makmur, dan sejahtera.