JAMBIDALAMBERITA.ID , MUARA BULIAN – Bupati Batang Hari, Muhammad Fadhil Arif, secara resmi melepas keberangkatan 65 peserta kafilah Kabupaten Batang Hari yang akan mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadis (MTQH) ke-55 tingkat Provinsi Jambi Tahun 2026.
Prosesi pelepasan berlangsung di halaman Serambi Pendopo Rumah Dinas Bupati Batang Hari, Sabtu 31 Oktober 2026, dengan dihadiri jajaran pemerintah daerah, unsur Forkopimda, tokoh agama, serta tamu undangan lainnya.
Sebanyak 65 peserta tersebut akan membawa nama Kabupaten Batang Hari dalam ajang MTQH tingkat Provinsi Jambi yang berlangsung di Kota Jambi pada 31 Oktober hingga 8 November 2026.
Turut hadir Sekretaris Daerah Batang Hari M.P. Rambe, Asisten I, anggota DPRD Bustomi, perwakilan Kapolres Batang Hari melalui Kapolsek Muara Bulian, Danramil Muara Bulian, Direktur RS Hamba, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Batang Hari, jajaran Pengawas Da'i, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Batang Hari, para kepala OPD, serta undangan lainnya.
Dalam arahannya, Bupati Muhammad Fadhil Arif menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, pelatih, dan pendamping yang telah mempersiapkan diri untuk mengikuti perlombaan tersebut.
Ia berharap seluruh kafilah dapat mengikuti setiap cabang perlombaan dengan maksimal, menjaga kesehatan, serta menjunjung tinggi sportivitas selama berada di Kota Jambi.
"Semoga kalian semua diberikan kemudahan, kelancaran, dan hasil yang memuaskan. Bukan sekadar juara, tetapi yang lebih penting adalah membawa keberkahan, keikhlasan, dan menjadi duta yang membanggakan daerah kita," ujar Fadhil.
Bupati juga berpesan agar seluruh peserta senantiasa menjaga nama baik Kabupaten Batang Hari serta memanfaatkan MTQH sebagai ajang mempererat silaturahmi dengan kafilah dari kabupaten dan kota lainnya di Provinsi Jambi.
Pelepasan tersebut menjadi awal perjuangan 65 peserta kafilah Batang Hari untuk menunjukkan kemampuan terbaik dalam berbagai cabang perlombaan MTQH ke-55.
Pemerintah Kabupaten Batang Hari berharap para peserta mampu meraih prestasi sekaligus menjadikan ajang tersebut sebagai momentum meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur'an dan pemahaman hadis di tengah masyarakat.