"Kita harapkan lebih berani, lebih terbuka untuk menyampaikan apa yang mereka perlukan, apa yang mereka rasakan, bahkan masukan dari masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan pemerintah," ujarnya.
Ia menambahkan, Pemkab Batang Hari juga melibatkan relawan di lapangan untuk memberikan edukasi dan motivasi kepada masyarakat agar memanfaatkan saluran pengaduan resmi tersebut.
"Kita ingin memberikan keyakinan kepada masyarakat bahwa mereka dilindungi pada saat melakukan sesuatu terhadap pelayanan pemerintah kabupaten dan tidak akan diberlakukan yang aneh-aneh," jelasnya.
Fadhil menegaskan, pemerintah daerah tidak boleh berpuas diri dengan tingkat pelayanan yang telah berjalan. Setiap persoalan yang muncul di tengah masyarakat harus menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kualitas pelayanan.
"Jangan sampai kita puas sendiri atas kebersihan pelayanan, tapi kita tidak bisa menangkap apa yang terjadi di tengah masyarakat," katanya.
Pada tahap awal, layanan pengaduan melalui aplikasi Rumah Bunda difokuskan pada sektor pelayanan dasar, khususnya kesehatan dan pendidikan.
Ke depan, cakupan pengaduan tersebut direncanakan dapat dikembangkan ke seluruh unit pelayanan publik pada organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Batang Hari.
Peluncuran aplikasi Rumah Bunda turut dihadiri Bupati Batang Hari Mhd. Fadhil Arief, Sekda Batang Hari, para asisten, kepala OPD, camat, relawan Rumah Bunda, serta kader TP PKK.
Alternatif judul menarik:
Pemkab Batang Hari Luncurkan Rumah Bunda, Warga Kini Bisa Sampaikan Pengaduan Lewat Aplikasi
Rumah Bunda Resmi Diluncurkan, Fadhil Arief Minta Warga Berani Sampaikan Keluhan
Permudah Pengaduan Warga, Pemkab Batang Hari Hadirkan Aplikasi Rumah Bunda