JAMBIDALAMBERITA.ID, Jambi – Tim Pembina Posyandu Provinsi Jambi melaksanakan kegiatan Rabu Berkah bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Provinsi Jambi di Sekretariat TP PKK Provinsi Jambi, Rabu pagi 26 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas PUTR Provinsi Jambi Muzakkir, S.Pd., M.Si., bersama jajaran Eselon III Dinas PUTR Provinsi Jambi dan undangan lainnya.
Dalam arahannya, Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Jambi, Hj. Hesnidar Haris, S.E. (Hesti Haris) mengatakan, kegiatan Rabu Berkah menjadi momentum untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam memberikan pelayanan dan menyampaikan informasi yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat.
Hesti Haris menjelaskan, Posyandu saat ini telah mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Posyandu tidak lagi hanya berfokus pada pelayanan kesehatan, tetapi telah mencakup enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) pelayanan dasar.
“Kalau dulu kita lihat Posyandu ini hanya kesehatan, sekarang Posyandu sudah enam SPM, enam pelayanan dasar. Di antaranya kesehatan, termasuk perumahan,” ujar Hesti Haris.
Menurutnya, keterlibatan Dinas PUTR dalam kegiatan Posyandu menjadi bagian penting karena sektor pekerjaan umum dan perumahan juga berkaitan langsung dengan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
“Pekerjaan umum bahkan perumahan pun masuk di bidang Posyandu. Jadi dari PUPR hari ini kita bersama-sama membicarakan hal-hal yang menyangkut pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya.
Hesti Haris menegaskan, melalui sinergi lintas sektor tersebut, Posyandu diharapkan semakin mampu menjadi wadah pelayanan masyarakat sekaligus sarana penyampaian informasi terkait berbagai isu yang berkembang di tengah masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Hesti Haris juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kemarau, terutama terhadap potensi kebakaran akibat aktivitas pembakaran sampah maupun lahan.
Ia mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan, khususnya di kawasan perkebunan maupun permukiman, mengingat kondisi lahan yang mulai kering dan mudah terbakar.
“Bapak-bapak jangan membakar sampah sembarangan. Kita di kebun, di kampung, hati-hati membakar walaupun sedikit, karena itu rawan sekali. Semuanya sudah kering, lahan-lahan sudah kering,” imbaunya.
Selain potensi kebakaran, Hesti Haris turut mengingatkan masyarakat agar menggunakan air secara bijak. Menurutnya, kondisi musim kemarau mulai berdampak terhadap ketersediaan air di sejumlah wilayah, termasuk berkurangnya aliran air PDAM pada sebagian rumah tangga.