Pegawai tersebut menjawab, jam istirahat berlangsung dari pukul 12.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB. Saat sidak dilakukan, waktu telah menunjukkan lebih dari pukul 13.00 WIB dan bahkan mendekati pukul 14.00 WIB, tetapi banyak pegawai belum kembali ke ruangan.
Bupati kemudian meminta melihat data absensi. Dinas Perkim diketahui telah menggunakan sistem absensi sidik jari. Namun, operator absensi juga tidak berada di tempat meski jam istirahat telah berakhir.
H. M. Syukur pun meminta agar data absensi pada hari itu dicetak dan diserahkan kepadanya.
Tak hanya memeriksa kedisiplinan pegawai, Bupati juga mengecek kondisi mushola di lingkungan Kantor Dinas Perkim. Ia mengaku prihatin melihat kondisi mushola yang dinilainya kotor dengan karpet yang sudah lusuh.
“Kasi tahu kadisnya, ini tempat salat masak karpetnya kotor begini,” tegur Bupati.
Ia meminta pihak dinas segera memperbaiki dan menjaga kebersihan mushola. Bahkan, H. M. Syukur menyatakan siap membantu menyediakan karpet dan pendingin ruangan apabila pihak dinas tidak mampu memperbaikinya.
“Kalau tidak bisa memperbaiki ruang ini, biar Bupati yang membelikan karpet dan AC ruangannya. Pegawai di Dinas Perkim ada sekitar 70 orang, masak nyaman salat di tempat kotor seperti ini. Ini kantor pemerintahan,” tegasnya.
Bupati juga meminta agar kamar mandi dan tempat wudhu disediakan dalam kondisi bersih dan layak digunakan.
Menurutnya, kondisi mushola yang kotor menunjukkan bahwa tempat ibadah tersebut kurang mendapat perhatian dan jarang digunakan.
Setelah mushola dibersihkan, H. M. Syukur kemudian melaksanakan salat Zuhur berjemaah bersama sejumlah pegawai yang berada di kantor. Dalam salat tersebut, Bupati bertindak sebagai imam.
Sekitar pukul 14.00 WIB, Bupati meninggalkan Kantor Dinas Perkim.
Sebelumnya, H. M. Syukur juga melakukan sidak seorang diri ke Puskesmas Bangko dan Puskesmas Bangko Barat. Dalam kunjungannya ke dua fasilitas kesehatan tersebut, Bupati menekankan pentingnya memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.