
Salah satu materi praktik yang diberikan yakni pemanfaatan Micro dalam proyek konstruksi sederhana. Narasumber Wawan Kurniawan menjelaskan, Micro dipilih karena memiliki fitur yang cukup lengkap dan dapat dikembangkan untuk mendukung kebutuhan pembelajaran maupun penelitian.
“Kita mencoba melihat bagaimana kardus dapat menjadi sebuah konstruksi yang kemudian dipadukan dengan Micro. Saya memilih Micro karena cukup lengkap dan kompleks untuk digunakan dalam penelitian maupun pembelajaran di sekolah,” jelas Wawan.
Melalui workshop tersebut, Laboratorium Pendidikan MIPA FKIP UNJA diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai tempat praktikum, tetapi juga berkembang menjadi ruang pembelajaran, penelitian, dan inovasi teknologi.
Transformasi menuju smart laboratory berbasis AI, IoT, dan educational robotics menjadi salah satu langkah FKIP UNJA dalam membangun ekosistem pendidikan yang adaptif, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan pembelajaran abad ke-21.