Ia berharap keberadaan bank sampah tersebut dapat menjadi contoh bagi RT lainnya di Kabupaten Merangin. Selain membantu mengurangi volume sampah, program ini juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Kami berharap RT lain segera menyusul karena program ini tidak hanya menekan volume sampah, tetapi juga memberi nilai ekonomis bagi warga,” ujarnya.
DLH Dorong Bank Sampah di Setiap Desa dan RT
Allazi menjelaskan, DLH Merangin sebelumnya juga telah menjalankan program Bank Sampah Sako (Sampah Digantikan dengan Sembako). Program tersebut melibatkan ASN dan PPPK yang membawa sampah dari rumah setiap Jumat untuk ditimbang dan dicatat.
Sampah yang terkumpul kemudian dikonversi menjadi paket sembako yang diberikan menjelang bulan Ramadan.
Sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), di antaranya BPRD, BPKAD, Bappeda, dan Dinas Kesehatan, juga telah menjalankan program Bank Sampah Sako.
Ke depan, DLH Merangin menargetkan setiap instansi pemerintahan memiliki sistem pengelolaan sampah secara mandiri. Pemerintah juga mendorong terwujudnya minimal satu bank sampah di setiap desa maupun lingkungan RT.
Peluncuran Bank Sampah Pulau Kemang Jaya diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun kesadaran masyarakat bahwa sampah bukan sekadar limbah, tetapi juga dapat memiliki nilai ekonomi apabila dikelola dengan baik.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekda Merangin Zulhifni, Kepala Dinas Kominfo Ahmad Khoirudin, perwakilan Dinas Kesehatan dan DLH, Ketua TP-PKK Lavita Syukur, Camat Bangko Eduar, jajaran Persit, serta kader PKK se-Kecamatan Bangko.