Menurut Bupati M. Syukur, kuliner yang disajikan memiliki keterikatan erat dengan kearifan lokal masyarakat di sekitar kawasan Geopark Merangin.
“Menu seperti Tempoyak Buluh dan Gulai Pakis Tekuyung ini adalah warisan resep turun-temurun. Melalui sajian ini, kita ingin menunjukkan bahwa kelestarian alam Merangin berbanding lurus dengan budaya dan kuliner tradisional yang terus hidup di tengah masyarakat,” pungkasnya.
Gala dinner tersebut menjadi salah satu momentum Pemerintah Kabupaten Merangin untuk menunjukkan bahwa Geopark Merangin tidak hanya memiliki kekayaan geologi, tetapi juga menyimpan keragaman budaya, kerajinan, dan kuliner yang tumbuh serta diwariskan masyarakat secara turun-temurun.