Ia menambahkan, perspektif tersebut sangat relevan bagi dunia pendidikan tinggi dalam menghadapi berbagai tantangan global.
Fadli Zon memaparkan tiga tantangan utama yang kini dihadapi, yakni semakin kompleksnya pelindungan warisan budaya, perubahan cara produksi dan penyebaran pengetahuan akibat perkembangan teknologi digital, serta tuntutan agar perguruan tinggi mampu menghasilkan riset, inovasi, dan talenta yang memberikan solusi bagi masyarakat.
Ia juga mengajak sivitas akademika menjawab dua pertanyaan penting, yakni bagaimana situs bersejarah seperti Candi Muaro Jambi dapat membantu menempatkan kembali posisi Indonesia dalam sejarah peradaban dunia, serta bagaimana warisan budaya dapat dikembangkan menjadi sumber pengetahuan, inovasi, dan kesejahteraan tanpa menghilangkan keaslian maupun mengabaikan masyarakat pemilik budaya tersebut.
"Di tengah kompetisi pengetahuan dan teknologi digital global, bagaimana perguruan tinggi dan generasi muda Indonesia dapat hadir sebagai produsen gagasan dan pembentuk narasi, bukan sekadar follower, tetapi penggerak masa depan kebudayaan dunia," ujarnya.
Al Haris: Budaya Menjadi Energi Pembangunan
Sementara itu, Gubernur Al Haris menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kebudayaan RI atas perhatian yang diberikan kepada Provinsi Jambi.
Menurutnya, Jambi memiliki kekayaan budaya yang harus terus dijaga dan dikembangkan melalui sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat.
"Kami di Provinsi Jambi berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah pusat dalam menjaga dan mengembangkan kebudayaan. Kampus seperti UNJA adalah rumah besar untuk melahirkan pemikir-pemikir budaya yang akan membawa Jambi ke tingkat nasional bahkan internasional," ujar Al Haris.
Gubernur berharap kuliah umum tersebut mampu membangkitkan semangat generasi muda untuk semakin mencintai budaya daerah sekaligus menjadikannya sebagai sumber inovasi dan pengembangan ekonomi kreatif.
"Anak muda Jambi harus bangga dengan budayanya sendiri. Jangan sampai kita kalah dengan daerah lain dalam mempromosikan budaya. Budaya itu bisa menjadi energi pembangunan," pungkasnya.
Kuliah umum ini turut dihadiri Rektor UNJA, para wakil rektor, dekan, dosen, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Jambi, serta ratusan mahasiswa. Acara berlangsung interaktif dengan sesi diskusi yang diwarnai berbagai pertanyaan dari mahasiswa kepada Menteri Kebudayaan.