Menurutnya, pembangunan Jembatan Musi V merupakan salah satu pekerjaan paling kompleks dalam proyek Tol Palembang–Betung, selain pekerjaan vacuum consolidation.
"Sejak proyek ini dilanjutkan pada tahun 2024, kami berkomitmen menyelesaikan pembangunan sesuai target. Struktur jembatan berhasil diselesaikan dan telah difungsionalkan pada periode Natal, Tahun Baru, serta Idulfitri untuk membantu kelancaran lalu lintas," ujarnya.
Iwan optimistis kehadiran Tol Palembang–Betung akan mempercepat mobilitas masyarakat sekaligus meningkatkan konektivitas dan pertumbuhan ekonomi di Sumatra Selatan.
Progres Tol Palembang–Betung Sudah 85,54 Persen
Jembatan Musi V memiliki bentang sepanjang 380 meter dengan konfigurasi 100 meter + 180 meter + 100 meter menggunakan konstruksi Balanced Cantilever Concrete Box Girder yang melintasi Sungai Musi.
Sementara itu, Jalan Tol Palembang–Betung memiliki panjang total 69,19 kilometer yang terbagi menjadi tiga seksi, yakni:
Seksi 1 Palembang–Rengas sepanjang 21,50 km
Seksi 2 Rengas–Pangkalan Balai sepanjang 33 km
Seksi 3 Pangkalan Balai–Betung sepanjang 14,69 km
Hingga akhir Juli 2026, progres konstruksi proyek telah mencapai 85,54 persen, sedangkan progres pengadaan lahan mencapai 88,43 persen.
Dengan penyelesaian sejumlah pekerjaan utama, PT Hutama Karya menargetkan Jalan Tol Palembang–Betung dapat mulai beroperasi pada akhir 2026. Kehadiran ruas tol ini diharapkan mampu memangkas waktu tempuh perjalanan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui konektivitas yang semakin baik di Sumatra Selatan.