Korban diketahui bernama Evijanti Darmawi (57), warga Kelurahan Jelutung, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi, tepatnya di sekitar Pasar Hongkong.
Jenazah korban kemudian dibawa ke Puskesmas Mersam untuk dilakukan pemeriksaan luar. Berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
"Hasil pemeriksaan menunjukkan korban meninggal akibat kecelakaan. Tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan," kata Kapolsek.
Selanjutnya, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga dan dibawa ke rumah duka menggunakan ambulans.
Sopir Mengaku Sempat Tertidur
Sementara itu, sopir travel bernama Anggi Weli Wahyudi (37), warga Kelurahan Simpang III Sipin, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi, hanya mengalami luka memar di bagian wajah dekat mata kanan.
Saat dimintai keterangan, Anggi mengaku sempat tertidur sesaat sebelum kecelakaan terjadi.
"Saya tertidur sebentar. Setelah itu saya sudah tidak tahu apa-apa lagi. Yang saya ingat, mobil sudah berada di dalam sungai. Saya keluar lewat kaca depan yang dipecahkan penumpang di sebelah saya," ungkap Anggi kepada awak media.
Saat ini sopir telah diamankan di Polsek Mersam untuk dimintai keterangan lebih lanjut terkait penyebab kecelakaan.
Warga Soroti Kondisi Guardrail di Lokasi Kejadian
Warga setempat menyebut kecelakaan tersebut bukan yang pertama kali terjadi di lokasi tersebut. Menurut mereka, ini merupakan kejadian ketiga kendaraan terjun ke Sungai Batanghari di kawasan Jembatan Benteng Rendah.
Selain kondisi jalan yang menurun dan menikung, warga juga menyoroti guardrail atau pagar pengaman jalan yang sudah banyak rusak. Sebagian baut pengikat dilaporkan telah terlepas sehingga tidak lagi mampu berfungsi maksimal sebagai pelindung kendaraan.