Pada kesempatan tersebut, Gubernur juga menegaskan bahwa Provinsi Jambi memiliki iklim investasi yang kondusif sehingga menjadi daerah yang menarik bagi investor maupun wisatawan. Karena itu, ia mengajak seluruh kepala daerah memperkuat sinergi dalam membangun Jambi agar semakin maju, kompetitif, dan berdaya saing.
Ia turut mendorong seluruh kabupaten dan kota melengkapi pembangunan anjungan daerah di kawasan Taman Mini Melayu Jambi sebagai etalase budaya yang merepresentasikan kekayaan masing-masing daerah.
Mengakhiri sambutannya, Al Haris secara resmi membuka Pekan Budaya Pariwisata Jambi Elok Nian 2026. Ia berharap kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat pelestarian budaya, meningkatkan kunjungan wisatawan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
"Melalui semangat kebersamaan, pelestarian budaya, dan kolaborasi seluruh daerah, kita optimistis Jambi akan semakin maju, menjadi tujuan investasi sekaligus destinasi wisata yang membanggakan," pungkasnya.
Sementara itu, Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, S.H., menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Jambi terhadap pengembangan sektor budaya dan pariwisata di Kota Sungai Penuh.
Menurut Alfin, Kota Sungai Penuh memiliki kekayaan adat istiadat, seni budaya, kuliner, hingga Batik Incung yang merupakan warisan budaya masyarakat Sakti Alam Kerinci. Berbagai potensi tersebut terus dilestarikan sebagai identitas daerah sekaligus menjadi kekuatan dalam mendukung pembangunan ekonomi kreatif dan industri pariwisata.
Selain kekayaan budaya, Kota Sungai Penuh juga memiliki potensi alam yang sangat menjanjikan, mulai dari udara yang sejuk, panorama pegunungan, kawasan penyangga Taman Nasional Kerinci Seblat, hingga komoditas unggulan seperti kopi Arabika, kayu manis, dan hasil hortikultura yang telah dikenal hingga tingkat internasional.