Metronews

Kuliah Umum di UNJA, Gubernur Al Haris Ajak Mahasiswa Jadi Agen Pencegah Karhutla

0

0

jambidalamberita |

Rabu, 10 Jun 2026 18:47 WIB

Reporter : Yudi

Editor : Kurniawan

Gubernur Jambi Al Haris memberikan materi kuliah umum tentang antisipasi dan mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Universitas Jambi, Rabu (10/6/2026). - (Jambidalamberita.id)

Berita Terkini, Eksklusif di Whatsapp

+ Gabung

Jambidalamberita.id, Jambi - Gubernur Jambi Al Haris mengajak mahasiswa Universitas Jambi ikut terlibat aktif dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla, khususnya pada ekosistem gambut di Provinsi Jambi.

Itu disampaikan Al Haris saat menjadi pemateri dalam kuliah umum bertema antisipasi dan mitigasi kebakaran hutan dan lahan pada ekosistem gambut di Provinsi Jambi. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Unifac Universitas Jambi, Rabu (10/6/2026).

Kuliah umum tersebut dibuka langsung oleh Rektor Universitas Jambi, Prof. Dr. Helmi, S.H., M.H. Selain Gubernur Jambi Al Haris, kegiatan ini juga menghadirkan Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H. Siregar dan Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin sebagai pemateri.

Al Haris mengatakan pencegahan karhutla selama ini kerap dianggap hanya menjadi tugas Satgas Karhutla, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, TNI, Polri, dan pemerintah daerah. Padahal, menurutnya, mahasiswa juga memiliki peran penting karena bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Baca Juga:

Kontroversi Guru PPPK Bisa Jadi Kepala Sekolah di Merangin, Kadis Dikbud Tegaskan Sudah Sesuai Aturan

"Selama ini kita merasakan agenda pencegahan karhutla seolah-olah hanya dilakukan oleh pihak tertentu. Padahal ada anak-anak kita, para mahasiswa, yang juga terlibat langsung di masyarakat," kata Al Haris.

Al Haris menyebut mahasiswa UNJA memiliki potensi besar untuk ikut mengedukasi masyarakat. Terlebih banyak mahasiswa yang turun ke desa melalui program KKN, praktik lapangan, maupun kembali ke kampung halaman masing-masing.

Menurutnya, upaya pencegahan karhutla tidak cukup hanya dilakukan dengan kesiapan petugas di lapangan. Edukasi kepada masyarakat justru menjadi langkah penting agar kebakaran dapat dicegah sejak awal.

"Yang paling susah itu mengajak masyarakat sadar tentang bahaya kebakaran hutan. Masih banyak yang belum sadar dampak ekologis luar biasa dari karhutla," ujarnya.

Baca Juga:

Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polres Batang Hari Gelar Aksi Donor Darah

Al Haris menjelaskan, karhutla membawa dampak luas bagi kehidupan masyarakat. Asap akibat kebakaran dapat mengganggu kesehatan, menyebabkan ISPA, menghambat aktivitas sekolah, hingga mengganggu transportasi.

"Bayangkan dulu tiga bulan bandara kita tidak aktif waktu 2015 dan 2019. Belum lagi kesehatan masyarakat terganggu, sekolah dihentikan sementara, dan transportasi terganggu," katanya.

Al Haris juga menyoroti pentingnya pemahaman tentang gambut. Menurutnya, lahan gambut sering kali dianggap tidak memiliki manfaat, padahal gambut memiliki peran besar sebagai penyimpan karbon dan penyangga ekosistem.

Gubernur menyampaikan, Pemerintah Provinsi Jambi sebelumnya telah meluncurkan modul pembelajaran tentang hutan gambut untuk siswa SMA dan SMK. Modul itu disebut sebagai bagian dari upaya menanamkan pemahaman tentang pentingnya gambut sejak dini.

Sumber :

Share :

KOMENTAR

Konten komentar merupakan tanggung jawab pengguna dan diatur sesuai ketentuan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Komentar

BERITA TERKAIT


BERITA TERKINI


BERITA POPULER