Jambidalamberita.id, BATANG HARI – Keresahan warga Desa Pelayangan, Kecamatan Muara Tembesi, Kabupaten Batang Hari, terhadap maraknya peredaran narkoba akhirnya memuncak. Ratusan warga yang didominasi kaum ibu-ibu atau “power emak-emak” mendatangi rumah seorang warga berinisial E yang diduga terlibat dalam peredaran narkotika, Kamis malam (28/5/2026).
Aksi spontan masyarakat tersebut viral di media sosial dan menjadi perhatian publik. Warga mengaku sudah lama resah karena dugaan aktivitas peredaran narkoba dinilai semakin merusak generasi muda di lingkungan mereka.
Saat rumah terduga digeruduk warga, pria berinisial E disebut sudah tidak berada di lokasi dan hingga kini masih belum diketahui keberadaannya.
Menanggapi situasi yang memanas, Kapolres Batang Hari AKBP Arya Tesa Brahmana, S.I.K., bersama sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polres Batang Hari dan didampingi Kapolsek Muara Tembesi turun langsung ke Desa Pelayangan pada Jumat pagi (29/5/2026).
Kehadiran Kapolres disambut masyarakat di balai desa setempat. Pertemuan itu juga dihadiri Camat Muara Tembesi, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga yang berharap adanya langkah nyata dalam pemberantasan narkoba.
Dalam dialog bersama warga, suasana haru sempat terlihat ketika salah seorang ibu menyampaikan keresahannya terkait kondisi anak-anak muda di desa mereka yang mulai terjerumus narkoba.
“Anak cucu kami jangan sampai jadi korban narkoba. Kalau tidak ada tempat jualnya, tentu anak-anak tidak akan beli. Kami minta solusi dan tindakan nyata,” ungkap seorang warga dengan nada penuh harap.
Menanggapi aspirasi tersebut, AKBP Arya Tesa Brahmana menegaskan komitmen kepolisian dalam memberantas peredaran narkoba di wilayah Kabupaten Batang Hari. Ia menekankan bahwa narkoba merupakan kejahatan luar biasa atau extraordinary crime yang harus diperangi bersama.
“Narkoba ini merusak masa depan generasi muda, menghancurkan kehidupan keluarga, dan berdampak luas di tengah masyarakat. Ini menjadi musuh bersama yang harus kita lawan,” tegas Kapolres di hadapan warga.
Ia juga menyampaikan bahwa pihak kepolisian tidak akan memberi ruang bagi siapa pun yang terlibat dalam jaringan narkoba, termasuk jika ada oknum yang mencoba melindungi pelaku.
Kapolres mengungkapkan, banyak masyarakat yang sebelumnya produktif sebagai petani maupun pekerja kini berubah akibat ketergantungan narkotika. Karena itu, ia meminta seluruh masyarakat aktif membantu aparat dengan memberikan informasi sekecil apa pun terkait dugaan peredaran narkoba.
“Jangan takut memberikan informasi kepada kami. Laporkan jika ada aktivitas mencurigakan. Kami akan tindak lanjuti dan identitas pelapor kami jamin aman,” ujarnya.