Jambidalamberita.id, JAMBI – Pemerintah Kota Jambi terus mempercepat transformasi tata kelola persampahan melalui program Operator Pengumpul Sampah Berbasis Masyarakat (OPBM), sebuah inovasi yang melibatkan partisipasi aktif warga dalam pengelolaan sampah mulai dari tingkat Rukun Tetangga (RT).
Program ini menjadi langkah strategis Pemkot Jambi untuk mengurangi ketergantungan terhadap Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di pinggir jalan sekaligus menekan keberadaan TPS liar yang selama ini menjadi salah satu persoalan utama kebersihan dan lingkungan di kawasan perkotaan.
Wali Kota Jambi, Maulana, menegaskan bahwa penutupan TPS pinggir jalan akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan pelaksanaan OPBM di lingkungan masyarakat.
“Penutupan TPS pinggir jalan dilakukan apabila pelaksanaan OPBM telah mencapai 80 persen di tingkat RT. Karena itu, masyarakat diharapkan aktif berkoordinasi dengan RT setempat agar tidak terjadi miskomunikasi dalam proses pengelolaan sampah,” ujar Maulana saat meninjau pembangunan depo transfer sampah sementara di kawasan Pasar Talang Banjar, Kamis (21/5/2026).
Melalui program OPBM, sistem pengumpulan sampah dilakukan secara tertutup menggunakan kendaraan bentor yang mengambil sampah langsung dari rumah warga, kemudian diangkut menuju depo transfer sampah sebelum akhirnya dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Menurut Maulana, skema ini tidak hanya bertujuan menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan tertata, tetapi juga membangun kesadaran kolektif masyarakat bahwa pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama.
Program ini juga menjadi bagian penting dari prioritas Kampung Bahagia, sebuah gerakan yang mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga secara lebih disiplin dan berkelanjutan.
“Ini adalah bentuk komitmen kita bersama untuk menjaga Kota Jambi tetap bersih, sehat, dan lebih tertata,” tegasnya.
Berdasarkan data Pemerintah Kota Jambi, hampir 400 ton sampah masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Talang Gulo setiap harinya. Kondisi ini mendorong pemerintah daerah untuk terus mencari solusi inovatif agar sistem pengelolaan sampah menjadi lebih efektif serta tidak lagi bergantung pada TPS terbuka yang kerap menimbulkan bau dan mengganggu estetika kota.
Dalam kunjungan tersebut, Maulana didampingi Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, turut mengecek kesiapan depo transfer sampah sementara di kawasan Talang Banjar yang akan difungsikan sebagai pusat penampungan sementara sampah dari wilayah Jambi Timur.
Maulana menjelaskan, produksi sampah di kawasan Talang Banjar mencapai sekitar 14 truk per hari, sementara wilayah Jambi Timur selama ini belum memiliki fasilitas depo transfer sampah yang memadai.
“Program OPBM di Jambi Timur sudah berjalan cukup baik, sehingga kita membutuhkan depo transfer dengan kapasitas yang lebih luas untuk mendukung percepatan pengelolaan sampah yang lebih modern,” katanya.