Daerah

Investor Belgia Lirik Potensi Sabut Kelapa Tanjab Timur, Wabup Muslimin Tanja Dorong Industri Kelapa Bernilai Ekspor

0

0

jambidalamberita |

Selasa, 14 Apr 2026 08:51 WIB

Reporter : Kurniawan

Editor : Kurniawan

Wabup Muslimin Tanja menyambut kunjungan investor asal Belgia, dalam penjajakan kerja sama pengolahan sabut kelapa menjadi produk bernilai ekspor di Rumah Dinas Bupati Tanjab Timur, Senin (13/4/2026) - (Jambidalamberita.id)

Berita Terkini, Eksklusif di Whatsapp

+ Gabung

Jambidalamberita.id, MUARA SABAK – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) terus membuka peluang investasi guna mengoptimalkan potensi sumber daya daerah. Kali ini, perhatian datang dari investor asal Belgia yang tertarik mengembangkan industri pengolahan sabut kelapa menjadi produk bernilai ekonomi tinggi di wilayah tersebut.

Kunjungan investor mancanegara, Marc Van Dael, disambut langsung oleh Wakil Bupati Tanjab Timur, Muslimin Tanja, S.Th.I., M.Si., di rumah dinas Bupati Tanjab Timur pada Senin malam, 13 April 2026. Pertemuan itu turut dihadiri CEO Roemah Kelapa Indonesia, Galih Batara, bersama sejumlah pejabat daerah dan tamu undangan lainnya.

Dalam pertemuan tersebut, Muslimin Tanja menegaskan bahwa kehadiran investor asing menjadi momentum penting bagi Tanjab Timur untuk meningkatkan nilai tambah komoditas kelapa, khususnya sabut kelapa yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.

Menurutnya, sabut kelapa yang kerap dianggap sebagai limbah justru memiliki potensi ekonomi besar jika diolah dengan teknologi yang tepat. Salah satu produk turunan yang memiliki peluang pasar ekspor menjanjikan adalah cocopeat, media tanam organik berbahan dasar serat kelapa yang banyak diminati di pasar internasional.

“Selama ini sabut kelapa sering kali belum mendapatkan perhatian serius dan hanya dianggap limbah. Padahal, dari paparan yang kami terima, komoditas ini memiliki nilai jual tinggi jika dikelola secara profesional,” ujar Muslimin.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Tanjab Timur siap memberikan dukungan penuh terhadap langkah konkret yang mengarah pada pengembangan industri berbasis kelapa, mulai dari kemudahan investasi hingga sinergi dengan masyarakat dan petani lokal.

“Kami berharap kunjungan investor ini menjadi langkah awal terbentuknya industri pengolahan kelapa di Tanjab Timur. Jika terealisasi, tentu akan membuka lapangan kerja baru sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani kelapa di daerah ini,” lanjutnya.

Sementara itu, investor asal Belgia Marc Van Dael, melalui penerjemahnya, mengungkapkan optimismenya terhadap potensi bahan baku yang tersedia di Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Menurutnya, ketersediaan sabut kelapa dalam jumlah besar menjadi modal utama untuk pengembangan industri turunan kelapa berskala internasional.

“Ketersediaan bahan baku di sini sangat menjanjikan. Dengan dukungan pemerintah daerah dan kerja sama yang solid, kami yakin dalam enam hingga sembilan bulan ke depan sudah akan terlihat progres nyata,” ungkap Marc.

Di sisi lain, CEO Roemah Kelapa Indonesia, Galih Batara, menyampaikan bahwa pihaknya akan berperan aktif dalam memfasilitasi proses penjajakan hingga implementasi kerja sama investasi tersebut.

Tahapan berikutnya, kata Galih, adalah menentukan model produk turunan yang akan dikembangkan serta teknologi pengolahan yang paling sesuai untuk diterapkan di Tanjab Timur.

“Kami akan mendorong percepatan realisasi kerja sama ini. Nantinya, Marc Van Dael akan menentukan jenis produk yang akan dikembangkan beserta teknologi yang akan dibawa dan diterapkan di Tanjabtim,” jelasnya.

Sumber :

Share :

KOMENTAR

Konten komentar merupakan tanggung jawab pengguna dan diatur sesuai ketentuan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Komentar

BERITA TERKAIT


BERITA TERKINI


BERITA POPULER