Jambidalamberita.id, KERINCI — Ajang lari lintas alam internasional Kerinci100 kembali digelar di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, dengan melibatkan peserta dari 12 negara. Kejuaraan ini menawarkan tantangan ekstrem dengan rute melintasi kawasan Gunung Kerinci, Danau Gunung Tujuh, hingga bentang rawa pegunungan di Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS).
Salah satu pelari internasional kategori 100 kilometer asal Rusia, Alexey Serebryakov, mengaku terkesan dengan keindahan alam Kerinci. Ia bahkan menyebut Gunung Kerinci sebagai gunung yang luar biasa dan menyatakan kecintaannya terhadap Sumatera serta keramahan masyarakat Indonesia.
Sementara itu, peserta kategori 70 kilometer asal Bali, Anak Agung Wida Purnama Dewi, mengatakan keikutsertaannya bukan untuk mengejar podium, melainkan untuk mencapai puncak Gunung Kerinci. Meski telah berpengalaman mengikuti lomba serupa di berbagai gunung, ia memilih menikmati proses tanpa target juara.
Direktur Operasional Kerinci100, Dian Ersukmara, menjelaskan bahwa daya tarik utama lomba ini terletak pada lintasan yang menantang dan unik. Selain mencapai puncak gunung api aktif tertinggi di Indonesia, peserta juga harus menghadapi karakter medan yang beragam, termasuk jalur rawa yang jarang ditemui dalam lomba sejenis.
“Peserta dituntut mampu menyusun strategi menghadapi kondisi alam yang berbeda. Karakter lintasan di Kerinci masih belum banyak tereksplorasi, sehingga menjadi tantangan tersendiri,” ujarnya.
Berdasarkan data panitia, sebanyak 243 pelari ambil bagian dalam Kerinci100 tahun ini. Dari jumlah tersebut, 56 peserta berasal dari luar negeri, sementara 187 lainnya merupakan pelari domestik dari berbagai daerah di Indonesia.
Adapun negara yang berpartisipasi meliputi Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Prancis, Belanda, Jepang, China, Filipina, Rusia, Thailand, Korea Selatan, dan Vietnam.
Kompetisi ini terbagi ke dalam empat kategori jarak, yakni 12 kilometer, 30 kilometer, 70 kilometer, dan 100 kilometer. Dengan kombinasi lanskap alam yang menantang dan eksotis, Kerinci100 semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu ajang trail run bergengsi di Indonesia bahkan dunia. (*)