Metronews

“Aktivis Sarat Kepentingan: Tajam ke Lawan, Tumpul ke Kawan — Siapa yang Sebenarnya Sedang Dikawal?” Opini Hukum dan Politik

0

0

jambidalamberita |

Jumat, 27 Mar 2026 17:46 WIB

Reporter : Redaksi

Editor : Redaksi

Elas Anra Dermawan, SH, Advokat & Founder LBH NADI, menyampaikan pandangan kritis terkait fenomena aktivisme yang dinilai sarat kepentingan dalam dinamika hukum dan politik di ruang publik. - (Jambidalamberita.id)

Berita Terkini, Eksklusif di Whatsapp

+ Gabung

Kritik selektif adalah propaganda. Ia bukan mencari kebenaran, tetapi mengarahkan persepsi.

 

Hukum memang mengajarkan asas praduga tak bersalah.

 

Namun jangan disalahgunakan: asas ini bukan tameng untuk diam terhadap pihak tertentu, dan bukan pula senjata untuk menyerang pihak lain secara sepihak. Jika satu nama layak dikritik karena isu publik, maka semua nama dalam kondisi yang sama wajib diperlakukan dengan standar yang sama.

Tanpa pengecualian. Tanpa kompromi. Penutup

Sudah cukup publik dibodohi oleh aktivisme yang berpura-pura netral.

Aktivis yang hanya berani menggonggong ke satu arah, tetapi membisu ke arah lain, bukan penjaga demokrasi—mereka adalah penjaga kepentingan.

Jangan lagi bicara moral jika kritik masih bisa dinegosiasikan. Jangan lagi bicara keadilan jika keberanian masih bisa dipilih-pilih.

Karena pada akhirnya, aktivisme yang tunduk pada kepentingan bukanlah suara rakyat Melainkan alat kekuasaan yang menyamar dalam bahasa perlawanan.

 

ELAS ANRA DERMAWAN, SH

Sumber :

Share :

KOMENTAR

Konten komentar merupakan tanggung jawab pengguna dan diatur sesuai ketentuan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Komentar

BERITA TERKAIT


BERITA TERKINI


BERITA POPULER