Selain isu lingkungan, peredaran narkoba juga menjadi perhatian serius. Mengutip data dari Gubernur Jambi, Bupati Bupati mengungkapkan fakta memprihatinkan bahwa sekitar 60% penghuni Lapas terjerat kasus narkoba, dengan konsentrasi besar di kecamatan tertentu.
"Narkoba kini menyasar masyarakat kurang mampu dan menjadikan anak-anak sebagai target pengedar. Jika kita tidak bergerak sekarang, kita akan kehilangan satu generasi," tegasnya.
Senada dengan Bupati, Wakil Bupati A. Khafidh mengajak pengurus masjid untuk menciptakan suasana yang ramah bagi anak-anak. Ia menilai masjid harus menjadi ruang yang nyaman dan menyenangkan agar generasi muda merasa dekat dengan lingkungan keagamaan dan terhindar dari pengaruh negatif.
"Jangan cemberut kalau ada anak-anak agak ribut di masjid. Rangkul mereka dengan senyum seperti cara tempat hiburan malam menarik pengunjungnya. Kalau anak-anak nyaman di masjid, mereka akan jauh dari narkoba," pesan Wabup.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga memaparkan kondisi fiskal daerah. Meski terjadi pengurangan transfer anggaran pusat sebesar Rp240 miliar pada tahun 2026, pemerintah tetap mengutamakan pembangunan infrastruktur.
Sepanjang 2025, Pemerintah Kabupaten Merangin berhasil membangun jalan sepanjang 18 kilometer, meningkat dibanding tahun sebelumnya yang hanya mencapai 8 kilometer.
Selain itu pemerintah juga menyediakn alat berat seperti excavator dan bomag di sejumlah dusun guna memastikan akses jalan tetap terjaga dengan baik, khususnya bagi anak sekolah supaya mereka tidak terkendala untuk menuju ke sekolah .