Jambidalamberita.id, KOTA JAMBI – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Jambi mengimbau masyarakat untuk tidak lagi menyalurkan bantuan langsung kepada gelandangan dan pengemis (gepeng) di persimpangan jalan, terutama selama bulan suci Ramadhan. Penyaluran bantuan melalui panti sosial dinilai menjadi solusi efektif untuk menekan aktivitas mereka di ruang publik.
Kepala Dinsos Kota Jambi, Yunita Indrawati, menjelaskan bahwa masyarakat tetap dapat berbagi, namun disarankan menyalurkannya melalui panti asuhan, masjid, maupun rumah sakit agar bantuan lebih tepat sasaran dan tidak memicu munculnya kembali aktivitas meminta-minta di jalanan.
Kebijakan tersebut merupakan arahan dari Pemerintah Kota Jambi guna menciptakan ketertiban umum sekaligus memastikan bantuan sosial tersalurkan secara terorganisir dan bermanfaat jangka panjang. Dinsos juga berkomitmen memberikan edukasi kepada para donatur agar menyalurkan bantuan melalui lembaga resmi.
Selain itu, Dinsos bersama satuan tugas terus melakukan pemantauan dan penertiban di sejumlah titik rawan. Petugas menyebut sebagian besar gepeng yang masih beraktivitas merupakan individu lama yang sebelumnya telah terdata dan mendapatkan penanganan.
Berdasarkan data Dinas Sosial Kota Jambi, lebih dari 1.000 orang telah dijangkau untuk menjalani asesmen. Mereka kemudian diarahkan mengikuti program pembinaan sosial dan ekonomi, termasuk pendampingan bagi pemulung yang membutuhkan dukungan berkelanjutan.
Yunita menambahkan, mayoritas gepeng kini telah terdaftar sebagai warga Kota Jambi setelah melakukan perpindahan administrasi kependudukan secara resmi. Meski begitu, sebagian masih kembali beraktivitas di jalanan sehingga memerlukan pengawasan dan pembinaan lanjutan.
Dengan pendekatan ini, pemerintah berharap suasana Ramadhan tetap kondusif, tertib, dan penuh keberkahan tanpa praktik meminta-minta di persimpangan jalan. (*)