Jambidalamberita.id, JAMBI – Genap satu tahun kepemimpinan Wali Kota Maulana dan Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosa, berbagai program unggulan disebut telah membawa perubahan nyata di Kota Jambi. Fokus pada kesejahteraan, pembangunan infrastruktur, hingga reformasi layanan publik menjadi penanda arah pembangunan periode 2025–2030.
Program Kartu Bahagia menjadi tulang punggung peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sebanyak 49.212 warga berpenghasilan rendah kini menikmati layanan kesehatan gratis. Tak hanya itu, ribuan pekerja rentan, Ketua RT, PHL, dan petugas syara telah difasilitasi jaminan sosial ketenagakerjaan.
Lebih dari 111 ribu warga juga telah mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis, sementara 2.070 pelajar menerima beasiswa pendidikan. Program ini turut mendukung pemasangan 13.235 sambungan jaringan gas rumah tangga dari target 100 ribu sambungan.
Di bidang pendidikan, Sekolah Rakyat di Kelurahan Bagan Pete kini menampung 1.080 siswa dari jenjang SD hingga SMA.
Balikat dan BanHarkat Dorong Ekonomi Warga
Melalui Balai Latihan Kerja Tematik (Balikat), lebih dari 2.000 tenaga kerja terserap di sektor industri, termasuk program magang luar negeri. Sementara BanHarkat (Bantuan Kelompok Usaha Masyarakat) mengucurkan modal usaha berbunga ringan 3 persen per tahun dengan total nilai mencapai Rp111,4 miliar untuk mendukung UMKM dan pelaku usaha pemula.
Program ini diklaim memperkuat daya saing ekonomi lokal sekaligus membuka peluang usaha baru.
Rumel dan Kampung Bahagia Bangun Partisipasi
Ruang Milenial (Rumel) di Terminal Rawasari, Pasar Jambi, dan Taman Banjuran Budayo menjadi ruang produktif generasi muda dengan fasilitas internet gratis.
Sementara itu, Kampung Bahagia mengedepankan pembangunan berbasis partisipasi masyarakat. Sebanyak 1.650 Ketua RT dilantik dan mengikuti retret bersama. Dari 67 RT percontohan, realisasi program bahkan melampaui target hingga 200 persen, mencakup ratusan kegiatan fisik dan non-fisik.
Lansia, Infrastruktur, dan Transportasi Listrik
Sekolah Lansia Tangguh (Selantang) hadir memberi ruang pembelajaran non-formal bagi warga lanjut usia agar tetap aktif dan produktif.
Di sektor infrastruktur, 459 ruas jalan diperbaiki dan satu jembatan baru dibangun. Normalisasi sungai, perbaikan drainase, serta pembangunan kolam retensi seluas 9 hektar juga dilakukan untuk pengendalian banjir sekaligus kawasan wisata baru.
Pengelolaan sampah diperbarui dengan armada ramah lingkungan dan pengolahan briket di TPA Talang Gulo. Pemerintah kota juga meluncurkan angkutan umum listrik dan bus listrik gratis.
Pelayanan Publik Makin Cepat dan Transparan
Melalui program Apel Kota dan Balap (Bahagia Berintegritas Pelayanan Anti Pungli), kapasitas aparatur diperkuat. Sebanyak 5.000 tenaga honorer diangkat menjadi PPPK, dan Kota Jambi kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI.
Call Center Bahagia 112 mencatat 6.152 laporan masyarakat dengan tingkat penyelesaian mencapai 97,15 persen.
Kepemimpinan tahun pertama ini disebut menjadi fondasi transformasi Kota Jambi menuju kota yang tangguh, sejahtera, dan produktif, dengan pendekatan pembangunan yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat—dari generasi muda hingga lansia, dari UMKM hingga pekerja rentan. (*)