Jambidalamberita.id, KOTA JAMBI – Kebakaran hebat melanda sebuah bangsal kayu di Jalan Ki Maja, RT 02, kawasan Simpang Tiga Sipin, Kota Jambi, pada Jumat malam sekitar pukul 22.00 WIB. Kobaran api yang membesar dalam waktu singkat membuat warga sekitar panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
Bangunan yang sebagian besar terbuat dari kayu serta dipenuhi material mudah terbakar menyebabkan api dengan cepat meluas dan menghanguskan hampir seluruh bagian bangsal. Asap hitam pekat terlihat membumbung tinggi ke udara dan dapat disaksikan dari jarak cukup jauh.
Di lokasi kejadian, tampak tim pemadam kebakaran dan penyelamatan (Damkartan) berjibaku memadamkan api yang terus berkobar. Petugas dengan sigap mengarahkan selang bertekanan tinggi ke titik-titik api untuk mencegah kobaran merambat ke bangunan lain di sekitar kawasan yang tergolong padat tersebut. Proses pemadaman berlangsung dramatis karena besarnya api serta banyaknya material kayu kering yang mempercepat penyebaran si jago merah.
Kepala Dinas Damkartan Kota Jambi, Mustari Affandi, menjelaskan bahwa operasi pemadaman melibatkan total 65 personel. Mereka berasal dari Pleton III Mako, Posyankar Kota Baru, dan Posyankar Alam Barajo. Sejumlah pejabat struktural juga turun langsung mendampingi proses penanganan di lapangan.
“Begitu laporan kami terima pukul 21.50 WIB, tim bergerak pukul 21.55 WIB dan tiba di lokasi pukul 22.00 WIB. Respon time dari Mako Damkartan sekitar 10 menit,” ujar Mustari.
Informasi awal yang dihimpun menyebutkan, api diduga berasal dari petasan yang menyambar tumpukan kayu hingga memicu percikan dan membesar menjadi kebakaran. Meski demikian, penyebab pasti insiden tersebut masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa kebakaran bangsal kayu di Simpang Tiga Sipin ini. Namun kerugian materi diperkirakan cukup besar karena bangunan beserta stok kayu di dalamnya ludes terbakar.
Peristiwa ini menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap potensi sumber api, terutama di lokasi yang menyimpan bahan mudah terbakar. Aparat terkait saat ini masih melakukan pendataan serta penyelidikan lebih lanjut guna memastikan penyebab kebakaran secara pasti.