Daerah

Mantai Kerbau Basamo Datuk Ba Empek Menti Nan Tigo, Tradisi Sakral Pangkalan Jambu Sambut Ramadan

0

0

jambidalamberita |

Minggu, 15 Feb 2026 16:47 WIB

Reporter : Iqbal

Editor : Kurniawan

Bupati Merangin, M. Syukur, menyampaikan sambutan saat membuka tradisi Mantai Kerbau Basamo Datuk Ba Empek Menti Nan Tigo di Desa Bukit Perentak, Kecamatan Pangkalan Jambu, Minggu (15/2). - (Jambidalamberita.id)

Berita Terkini, Eksklusif di Whatsapp

+ Gabung

Jambidalamberita.id , BANGKO – Tradisi Mantai Kerbau Basamo Datuk Ba Empek Menti Nan Tigo kembali digelar dengan penuh khidmat di Desa Bukit Perentak, Kecamatan Pangkalan Jambu. Kegiatan adat yang menjadi warisan turun-temurun masyarakat ini resmi dibuka oleh Bupati Merangin, M. Syukur, pada Minggu (15/2).

Gambar

Perhelatan adat yang juga dikenal sebagai Mantai Megang Adat tersebut menjadi momentum penting masyarakat dalam menyambut datangnya Bulan Suci Ramadan. Suasana kebersamaan begitu terasa ketika warga dari berbagai desa berkumpul untuk melaksanakan tradisi yang sarat nilai budaya dan religius.

Sebanyak 75 ekor kerbau yang berasal dari sejumlah desa di Kecamatan Pangkalan Jambu dipotong secara serentak. Dagingnya kemudian dibagikan dan dinikmati bersama sebagai simbol rasa syukur sekaligus persiapan menyongsong sahur pertama Ramadan.

Dalam sambutannya, Bupati M. Syukur menegaskan bahwa tradisi Mantai Kerbau Besamo bukanlah pesta rakyat biasa, melainkan warisan leluhur yang mengandung nilai filosofis mendalam tentang persatuan.

Baca Juga:

Diskon Gila-Gilaan! PT Angkasa Pura Indonesia Pangkas 50% Tarif Bandara Jelang Lebaran 2026

"Adat Mantai ini adalah pusaka leluhur. Melalui adat inilah kita diajarkan hidup rukun dan sepakat, sebagaimana pepatah 'Bulat air di pembuluh, bulat kata di mufakat'. Ini adalah lambang kekompakan masyarakat kita," ujar Bupati M. Syukur di hadapan ratusan warga.

Bupati juga mengingatkan pentingnya filosofi Adat Bersendi Syarak, Syarak Bersendi Kitabullah dalam kehidupan bermasyarakat. Ia berharap tradisi ini tetap dijaga agar tidak "lapuk di hujan, tidak lekang di panas" sebagai pondasi membangun daerah dan menjaga marwah negeri.

Selain nilai budaya, Bupati memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Desa dan tokoh adat atas kelancaran acara.

Ia secara khusus berterima kasih atas penghormatan berupa pemberian satu ekor kerbau kepada pemerintah, meski ia mengungkapkan bahwa kesejahteraan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.

Baca Juga:

Ketua DPRD Kota Jambi Tinjau Kondisi Memprihatinkan SDN 96, Minta Perbaikan Segera

"Ini adalah bentuk rasa syukur kita kepada Allah atas rezeki yang luar biasa. Saya berharap semangat kebersamaan ini tidak hanya saat memotong kerbau saja, tapi terus dijaga selama kita menjalankan ibadah puasa Ramadan nanti," tambahnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Merangin A. Khafidh, Sekretaris Daerah Merangin Zulhifni, unsur Forkopimda yang diwakili Kapolsek dan Danramil setempat, serta jajaran kepala OPD di antaranya Kepala Dinas PMD, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan, Direktur PDAM, Camat, dan seluruh kepala desa se-Kecamatan Pangkalan Jambu. Hadir pula para tokoh adat, tokoh agama, serta masyarakat yang antusias mengikuti rangkaian kegiatan.

Tradisi Mantai Kerbau Basamo Datuk Ba Empek Menti Nan Tigo pun kembali menegaskan identitas budaya masyarakat Pangkalan Jambu sebagai daerah yang kuat memegang adat, religius, dan menjunjung tinggi nilai persatuan dalam menyambut Ramadan.

Sumber :

Share :

KOMENTAR

Konten komentar merupakan tanggung jawab pengguna dan diatur sesuai ketentuan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Komentar

BERITA TERKAIT


BERITA TERKINI


BERITA POPULER