Jambidalamberita.id, MUARO JAMBI – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Muaro Jambi menegaskan jaminan mutu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap aman dan layak dikonsumsi. Kepastian ini disampaikan menyusul evaluasi menyeluruh pasca peristiwa dugaan keracunan ratusan pelajar yang terjadi akhir Januari lalu.
Kepala Disdik Muaro Jambi, Kasyful Iman, mengatakan pihaknya telah memanggil 15 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di wilayah tersebut untuk dimintai klarifikasi sekaligus diberikan pembinaan.
“Kami langsung melakukan pendekatan dan edukasi ke sekolah-sekolah. Tujuannya agar program MBG ke depan tetap berjalan aman dan kembali mendapat kepercayaan,” ujarnya di Jambi, Sabtu.
Menurut Kasyful, pemulihan kepercayaan publik menjadi fokus utama pemerintah daerah. Untuk itu, Disdik berkolaborasi dengan berbagai pihak guna memberikan edukasi lanjutan kepada sekolah maupun orang tua siswa.
Ia menegaskan, layanan MBG tetap mengedepankan jaminan mutu dan keamanan pangan, sehingga layak dikonsumsi oleh seluruh penerima manfaat.
Sebagai langkah pencegahan, pemerintah daerah bersama SPPG, Satuan Tugas MBG, serta DPRD Muaro Jambi sepakat memperketat standar operasional prosedur (SOP) agar kejadian serupa tidak terulang.
“Kami sudah melakukan evaluasi dan menegaskan kepada seluruh SPPG untuk lebih serius dalam pengawasan dan menjaga kualitas makanan,” kata Kasyful.
Ia mengakui, membangun kembali kepercayaan masyarakat, khususnya orang tua murid, bukan hal yang mudah. Namun hal tersebut menjadi prioritas utama dalam keberlangsungan program nasional tersebut.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, Ike Silviana, menyampaikan bahwa seluruh sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan telah dikirim ke laboratorium dan masih dalam proses pengujian.
“Hasil uji laboratorium masih menunggu. Jika sudah keluar, akan kami sampaikan secara terbuka kepada media,” ujarnya.
Di sisi lain, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Jambi, Adityo Wirapranatha, menegaskan tidak akan ragu memberikan sanksi tegas kepada pengelola dapur MBG jika terbukti lalai.
Pernyataan tersebut disampaikan saat rapat gabungan membahas penyebab dugaan keracunan pelajar di Sengeti, Senin (2/2).