Metronews

Fenomena Langka! Bunga Bangkai Raksasa Akhirnya Mekar di Kebun Raya Bogor Setelah 12 Tahun

0

0

jambidalamberita |

Minggu, 08 Feb 2026 10:09 WIB

Reporter : Kurniawan

Editor : Kurniawan

bunga bangkai raksasa (Amorphophallus titanum) - (Jambidalamberita.id)

Berita Terkini, Eksklusif di Whatsapp

+ Gabung

Jambidalamberita.id, Bogor – Pengunjung Kebun Raya Bogor tengah disuguhkan peristiwa langka yang jarang terjadi. Amorphophallus titanum, tumbuhan yang dikenal sebagai bunga bangkai raksasa, akhirnya mekar sempurna dan menarik perhatian publik serta pecinta botani.

Proses menuju mekarnya bunga ini dimulai sejak 25 Januari 2026, ketika tanaman memasuki fase generatif di area koleksi bunga bangkai, tepatnya di kawasan tebing Mata Air Kahuripan. Puncaknya terjadi pada Kamis malam, 5 Februari 2026, saat bunga tersebut membuka seludangnya secara sempurna menjelang dini hari.

Horticulture Senior Manager PT Mitra Natura Raya selaku pengelola Kebun Raya Bogor, Yudhistira, menyebutkan bahwa bunga bangkai raksasa itu mencapai tinggi tongkol sekitar 140 sentimeter dengan diameter bunga 56 sentimeter. Mekar penuh tercatat terjadi pada pukul 00.24 WIB, sebuah momen yang hanya berlangsung singkat namun sangat dinantikan.

Ia menegaskan bahwa mekarnya Amorphophallus titanum bukan sekadar atraksi visual, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya menjaga kelestarian tumbuhan langka melalui konservasi berkelanjutan.

Sementara itu, Peneliti Ahli Madya Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Dian Latifah, menjelaskan bahwa spesimen yang mekar kali ini merupakan koleksi Kebun Raya Bogor yang ditanam sejak 11 September 1992, dengan bibit yang berasal dari Jambi.

Menurut Dian, di habitat alaminya penyerbukan bunga bangkai raksasa sangat bergantung pada serangga yang harus membawa serbuk sari dari jarak puluhan kilometer. Namun, di kebun raya proses tersebut dilakukan secara manual karena bunga jantan dan betina tidak matang pada waktu yang bersamaan.

Ia juga menambahkan bahwa koleksi bernomor 382 ini terakhir kali mekar pada 2020, sehingga kemunculannya tahun ini menjadi momen istimewa setelah penantian panjang akibat siklus hidupnya yang unik, yang terdiri dari fase tumbuh, berbunga, dan masa dorman.

Dian mengajak masyarakat untuk memanfaatkan kesempatan langka ini sekaligus memahami bahwa meski disebut bunga bangkai raksasa, bagian bunga sesungguhnya berukuran kecil dan mengelompok di bagian bawah tongkol yang menjulang tinggi. (*)

 

 

 

 

Sumber :

Share :

KOMENTAR

Konten komentar merupakan tanggung jawab pengguna dan diatur sesuai ketentuan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Komentar

BERITA TERKAIT


BERITA TERKINI


BERITA POPULER