Jambidalamberita.id, Jambi – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Jambi mematangkan kesiapan jamaah calon haji (JCH) melalui lima kali pelaksanaan manasik haji sebelum keberangkatan ke Arab Saudi.
Kepala Kantor Kemenhaj Provinsi Jambi, Wahyudi Abdul Wahab, mengatakan seluruh calon haji di wilayah tersebut wajib mengikuti rangkaian manasik yang terdiri atas satu kali manasik tingkat kota dan empat kali manasik tingkat kecamatan.
“Pembekalan manasik ini menjadi bagian penting untuk memperkuat pemahaman dan kesiapan jamaah dalam melaksanakan ibadah haji,” ujar Wahyudi di Jambi, Jumat.
Ia menjelaskan, kegiatan manasik diselenggarakan oleh kantor Kemenhaj di tingkat kabupaten dan kota dengan dukungan pembimbing ibadah haji yang telah melalui proses seleksi. Seluruh rangkaian tersebut dirancang untuk memastikan jamaah memahami tata cara ibadah serta kesiapan fisik dan mental sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Berdasarkan data Kemenhaj Jambi, jumlah jamaah calon haji asal Provinsi Jambi pada musim haji tahun ini tercatat 3.276 orang di luar petugas haji. Dari jumlah tersebut, Kota Jambi menyumbang sekitar 830 calon haji, terdiri atas lebih dari 346 jamaah laki-laki dan 384 jamaah perempuan.
Para jamaah dari Kota Jambi dijadwalkan berangkat melalui tiga kelompok terbang (kloter), yakni mengisi penuh Kloter 13, serta bergabung dalam Kloter 20 dan Kloter 22.
“Manasik haji kedua untuk Kota Jambi akan dibagi ke dalam tiga kelompok di tingkat kecamatan. Sebelumnya, Kabupaten Batanghari juga telah melaksanakan manasik haji tingkat kabupaten,” kata Wahyudi.
Kemenhaj Provinsi Jambi menargetkan seluruh rangkaian manasik haji dapat diselesaikan sebelum memasuki bulan Ramadan.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha mengimbau para jamaah agar memanfaatkan manasik haji secara optimal, tidak hanya untuk memahami teknis ibadah, tetapi juga membentuk sikap dan mental selama berada di Tanah Suci.
“Kami berharap jamaah calon haji Kota Jambi dapat bersikap disiplin, mandiri, serta saling menjaga satu sama lain, sehingga dapat kembali ke tanah air sebagai haji dan hajah yang mabrur dan mabruroh,” ujarnya. (*)