Jambidalamberita.id, Muaro Jambi - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi berkolaborasi dengan masyarakat yang tergabung dalam kelompok perhutanan sosial, kesatuan pengelolaan hutan produksi (KPHP), dan pemegang perizinan untuk menanam 201.274 pohon guna penghijauan.
"Gerakan penanaman serentak kita dukung sebagai aksi nyata menjaga dan memulihkan kelestarian lingkungan. Kami berharap jadi bergulir dan berlanjut sampai ke tingkat masyarakat," kata Staf Ahli Menteri Bidang Kelestarian Sumber Daya Keanekaragaman Hayati dan Sosial Budaya Kementerian Lingkungan Hidup Nur Adi Wardoyo di Jambi, Rabu.
Dia menjelaskan kegiatan penghijauan bertujuan melindungi, merawat, dan memperbaiki alam agar kelestarian lingkungan tetap terjaga, termasuk mengurangi risiko longsor dan banjir.
Gerakan penanaman, kata dia, praktik baik yang harus ditularkan sampai tingkat bawah, menyasar masyarakat luas, institusi dan pelajar.
Ia juga mengingatkan bahwa pohon dapat memberikan manfaat besar bagi masa depan kehidupan.
Berdasarkan laporan, penanaman serentak ini meliputi bibit kayu-kayuan, benih penghasil hutan bukan kayu, seperti buah-buahan dan jenis pohon serbaguna atau multi purpose tree species (MPTS) lainnya.
Jumlah bibit tanaman yang berhasil ditanam 201.274 batang, terdiri atas tanaman yang dimiliki kelompok yang tergabung dalam masyarakat perhutanan sosial 188.709 batang.
Selain itu, pemerintah kabupaten berkolaborasi dengan unit pelaksana teknis dinas KPHP lingkup Dinas Kehutanan Provinsi Jambi 3.330 batang dan pemegang perizinan berusaha bidang kehutanan 9.235 batang dengan total luas sekitar 503,2 hektare.
Gubernur Jambi Al Haris mengungkapkan penanaman pohon serentak ini menjadi bagian dari kampanye kepada masyarakat, sekaligus kegiatan dalam peringatan Hari Jadi Ke-69 Provinsi Jambi.
Penanaman pohon secara simbolis dilaksanakan di sempadan Sungai Batanghari untuk mencegah pengikisan tanah, memperkuat tebing agar tidak mudah longsor, dan merawat ekosistem.
"Gerakan ini dilalukan serentak oleh bupati dan wali kota bersama kelompok pecinta lingkungan dan kelompok masyarakatnya. Gerakan ini kita ingin jangan sampai lengah, melihat kasus bencana banjir dan longsor, akibat hutan mulai terdegradasi," demikian Al Haris.