Jambidalamberita.id, JAMBI – Balai
Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VI Jambi memastikan penurunan muka air Danau Kerinci dipicu oleh uji coba operasional turbin Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang dikelola PT Kerinci Merangin Hidro (KMH).
Kepala BWSS VI Jambi Joni Rahalsyah Putra menjelaskan bahwa penurunan tersebut terjadi selama proses uji coba pengaliran air untuk kepentingan pembangkitan listrik.
“Penurunan muka air ini berkaitan langsung dengan uji operasional PLTA oleh PT KMH. Prosesnya sudah melalui rapat dan pembahasan sebelumnya,” ujar Joni di Jambi.
Ia menyebutkan, uji coba turbin dilakukan pada periode 1 hingga 16 Januari 2026, setelah perusahaan menyampaikan pemberitahuan resmi kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Dalam tahap uji coba tersebut, PT KMH mengoperasikan satu unit turbin dari total tiga turbin yang tersedia, dengan penyesuaian bukaan pintu air sekitar 20 sentimeter.
Selain aktivitas uji turbin, Joni menambahkan bahwa penyusutan air danau juga dipengaruhi faktor alam, seperti tingginya penguapan serta berkurangnya pasokan air dari sungai-sungai yang bermuara ke Danau Kerinci.
Meski demikian, BWSS menegaskan pihak pengelola PLTA bertanggung jawab terhadap dampak yang ditimbulkan, khususnya bagi masyarakat di sekitar danau seluas kurang lebih 4.200 hektare tersebut.
Sebagai langkah antisipasi, perusahaan disebut akan menyiapkan bak penampungan air (tandon) untuk menjamin ketersediaan air baku bagi warga yang terdampak.
“Air yang surut terlihat terutama di bagian tepi danau. Secara umum kondisinya masih normal, meskipun di beberapa lokasi dilaporkan penyusutan bisa mencapai satu meter,” jelas Joni.
Sementara itu, Gubernur Jambi Al Haris menegaskan keberadaan PLTA Kerinci merupakan proyek strategis yang akan memperkuat pasokan listrik di Pulau Sumatra. Ia berharap PLTA tersebut segera beroperasi penuh dan memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan energi regional.
PLTA Kerinci memanfaatkan aliran Sungai Merangin dan Danau Kerinci yang memiliki daerah tangkapan air seluas 1.353 kilometer persegi. Pembangkit ini dirancang memiliki kapasitas total 350 megawatt, dilengkapi empat unit turbin masing-masing berdaya 87,5 megawatt. (*)