Metronews

Kepala BPN Kota Jambi Menanggapi Aksi Warga Terkait Pemblokiran Sertifikat Zona Merah

0

0

jambidalamberita |

Selasa, 13 Jan 2026 15:12 WIB

Reporter : Kurniawan

Editor : Kurniawan

Warga membawa poster dan berorasi saat aksi protes zona merah Pertamina EP di Kantor BPN Kota Jambi, Selasa 13 Januari 2025. - (Jambidalamberita.id)

Berita Terkini, Eksklusif di Whatsapp

+ Gabung

Ridho menjelaskan bahwa sebelumnya belum ada pemblokiran karena proses masih berada pada tahap keberatan. 

Ia juga meminta masyarakat menunjuk satu perwakilan resmi agar komunikasi dan penyaluran aspirasi bisa dilakukan secara terstruktur dalam proses penyelesaian yang sedang berjalan.

Di sisi lain, Suhatman, kuasa hukum warga, menyatakan bahwa langkah BPN telah melukai rasa keadilan masyarakat. 

Baca Juga:

Kolaborasi Pemkot Jambi dan Pemkot Malang Buka Babak Baru Pengelolaan Pajak Berbasis Teknologi

Ia menyoroti tidak adanya sosialisasi atau pemberitahuan sebelum ribuan sertifikat diblokir. 

Banyak warga baru mengetahui tanahnya bermasalah saat hendak mengurus balik nama atau keperluan administrasi lain.

Menurutnya, BPN seharusnya menyampaikan kepada DJKN bahwa di kawasan tersebut telah terbit lebih dari lima ribu sertifikat sah, bukan justru menutup akses hukum masyarakat dengan pemblokiran sepihak.

Ia menegaskan bahwa tuntutan warga sangat jelas, yakni mengembalikan status sertifikat seperti semula agar kehidupan ekonomi dan hukum masyarakat bisa kembali normal.

Meski berlangsung dalam tekanan emosi, aksi protes berjalan tertib di bawah pengamanan aparat. 

Bagi warga Kenali Asam, polemik zona merah Pertamina EP Jambi kini bukan sekadar konflik kepemilikan tanah, melainkan telah berubah menjadi krisis kepastian hukum yang mengancam masa depan ribuan keluarga yang telah lama bermukim dan memegang sertifikat resmi di wilayah tersebut.

Sumber :

Share :

KOMENTAR

Konten komentar merupakan tanggung jawab pengguna dan diatur sesuai ketentuan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Komentar

BERITA TERKAIT


BERITA TERKINI


BERITA POPULER