JAMBIDALAMBERITA.ID, JAMBI – Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Provinsi Jambi mulai berdampak terhadap aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi, Minggu (23/8/2026).
Terbatasnya jarak pandang atau visibility membuat dua pesawat yang terbang dari Jakarta menuju Jambi terpaksa mengalihkan pendaratan (divert) ke bandara alternatif.
Selain dua penerbangan yang dialihkan, dua penerbangan dari Bandara Sultan Thaha menuju sejumlah destinasi juga mengalami keterlambatan.
Branch Comm, CSR & Legal Bandara Sultan Thaha, Syaiful Bachren, mengatakan keputusan pengalihan pendaratan dilakukan dengan mempertimbangkan faktor keselamatan penerbangan.
“Pengalihan pendaratan ini dilakukan mengingat aspek keselamatan baik penumpang maupun kru pesawat adalah yang utama,” ujar Syaiful dalam keterangannya, Minggu (23/8/2026).
Dua Pesawat dari Jakarta Gagal Mendarat di Jambi
Berdasarkan keterangan Bandara Sultan Thaha, dua penerbangan dari Jakarta menuju Jambi terdampak kondisi jarak pandang akibat kabut asap.
Penerbangan pertama adalah Batik Air dengan nomor penerbangan ID 6804 rute Jakarta (CGK)-Jambi (DJB).
Pesawat dengan registrasi PK-LAT dan tipe Airbus A320 tersebut memiliki jadwal kedatangan (Scheduled Time of Arrival/STA) pukul 10.00 WIB dan perkiraan waktu tiba (Estimated Time of Arrival/ETA) pukul 10.40 WIB.
Namun, pesawat tersebut tidak dapat mendarat di Bandara Sultan Thaha. Penerbangan akhirnya dialihkan ke Bandara Hang Nadim, Batam.
Penerbangan kedua yang terdampak adalah Super Air Jet IU 842, dengan rute yang sama, yakni Jakarta-Jambi.
Pesawat Airbus A320 dengan registrasi PK-STZ itu memiliki jadwal kedatangan (STA) pukul 11.25 WIB dan perkiraan waktu tiba (ETA) pukul 11.31 WIB.