Pesawat kemudian dialihkan untuk mendarat di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II (SMB II) Palembang.
Visibility Terbatas, Keselamatan Jadi Prioritas
Syaiful menjelaskan, kondisi jarak pandang merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan keselamatan operasional penerbangan.
Ketika visibility berada dalam kondisi terbatas, penerbangan dapat mengalami penyesuaian operasional. Salah satunya dengan mengalihkan pendaratan ke bandara alternatif.
Pihak operasional Bandara Sultan Thaha juga telah melakukan koordinasi dengan maskapai dan instansi terkait untuk menangani dampak kondisi tersebut, termasuk terhadap penumpang yang mengalami penundaan keberangkatan.
Manajemen Bandara Sultan Thaha mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan melalui bandara tersebut untuk terus memantau perkembangan jadwal penerbangan.
Calon penumpang juga diminta berkoordinasi langsung dengan pihak maskapai untuk memastikan jadwal keberangkatan sebelum menuju bandara.
Imbauan ini penting karena kondisi jarak pandang akibat kabut asap dapat berubah sewaktu-waktu dan berpotensi memengaruhi operasional penerbangan.
Manajemen PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Sultan Thaha memastikan koordinasi dengan seluruh stakeholder bandara terus dilakukan.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kelancaran pelayanan kepada pengguna jasa sekaligus memastikan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan tetap menjadi prioritas.
Kondisi kabut asap yang mulai mengganggu penerbangan di Jambi menjadi perhatian bagi calon penumpang yang akan melakukan perjalanan dari maupun menuju Jambi.
Penumpang disarankan tidak hanya mengandalkan jadwal penerbangan yang tercantum sebelumnya, tetapi juga mengecek informasi terbaru dari maskapai sebelum berangkat ke bandara.