Menurut Maulana, keberadaan ruang publik menjadi bagian penting untuk menciptakan lingkungan yang sehat serta memberikan ruang tumbuh yang positif bagi generasi muda.
Maulana menyampaikan pembangunan Masjid Baitunnadiyah ditargetkan selesai sebelum bulan Ramadan agar dapat segera dimanfaatkan masyarakat, termasuk untuk pelaksanaan ibadah Salat Idulfitri.
Ia berharap keberadaan masjid tersebut dapat menjadi pusat aktivitas keagamaan sekaligus memperkuat hubungan sosial masyarakat sekitar.
Dalam pengembangan kawasan tersebut, Pemkot Jambi juga telah melakukan koordinasi dengan Baznas RI dan Baznas Kota Jambi untuk mendukung penyediaan fasilitas yang dibutuhkan masyarakat.
Dukungan terhadap pembangunan Masjid Baitunnadiyah juga datang dari Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (ISMI) Provinsi Jambi.
Ketua ISMI Jambi Ernawati menyampaikan apresiasi atas pembangunan masjid tersebut dan memastikan organisasinya siap mendukung berbagai kegiatan keagamaan yang nantinya berlangsung di Masjid Baitunnadiyah.
Menurutnya, masjid tidak hanya harus berdiri secara fisik, tetapi juga harus hidup dengan berbagai aktivitas seperti pengajian, kegiatan anak-anak, serta pembinaan masyarakat.
Sebagai bentuk dukungan nyata, ISMI Jambi menyerahkan bantuan sebanyak 1.000 sak semen untuk mempercepat pembangunan masjid tersebut.
Selain pembangunan masjid, dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan peningkatan kualitas Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) melalui CSR DPD REI Jambi senilai Rp20 juta serta bantuan sosial bagi warga.
Berbagai dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kawasan yang tidak hanya mengedepankan pembangunan fisik, tetapi juga memperhatikan aspek sosial dan kesejahteraan masyarakat.
Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha menilai perubahan kawasan tersebut membutuhkan kerja bersama dari berbagai pihak.
Menurutnya, pembangunan yang dilakukan tidak hanya berkaitan dengan aspek religi, tetapi juga menyentuh sisi ekonomi dan kehidupan sosial masyarakat.