“Kita bahu-membahu menyisir agar tidak terjadi luasan yang lebih masif lagi ke depannya,” katanya.
Minta Desa Siaga Karhutla
Di tengah kondisi cuaca panas dan kering yang meningkatkan risiko karhutla, Al Haris mengingatkan masyarakat agar tidak lengah.
Ia meminta setiap desa memastikan wilayahnya terbebas dari potensi kebakaran, terutama desa yang memiliki kawasan gambut.
“Saya minta tolong masyarakat desa di mana pun di Jambi ini, pastikan bahwa desanya tidak ada lahan yang terbakar,” ujarnya.
Desa yang memiliki kawasan gambut juga diminta melakukan pemetaan dan meningkatkan kesiapsiagaan relawan sebelum muncul kebakaran.
“Petakan daerah gambut. Yang di desa-desanya ada gambut, mohon betul tim relawan desa siaga duluan. Jangan sampai terjadi kebakaran hutan di desa masing-masing,” katanya.
Ajak Warga Salat Istisqa
Selain meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi karhutla, Al Haris mengajak para ulama, kiai, dan imam masjid di Jambi untuk menggelar salat istisqa.
Ajakan tersebut disampaikan menyusul kondisi cuaca yang semakin panas dan kering serta terbatasnya ketersediaan air.
“Saya mengimbau para ulama, kiai, imam masjid, mari kita lakukan salat istisqa. Meminta kepada Allah agar hujan turun dengan cepat di bumi Jambi ini,” kata Al Haris.
Ia berharap hujan segera turun sehingga kondisi lahan yang kering membaik dan membantu proses pemadaman.