JAMBIDALAMBERITA.ID , TANJUNG JABUNG TIMUR – Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., secara resmi membuka Open House dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Tanjung Jabung Timur, Kamis (30/7/2026).
Mengusung tema "Melangkah Bersama Mewujudkan Harapan Menuju Masa Depan Cerah Melalui Pendidikan yang Merata", kegiatan tersebut menjadi awal dimulainya proses pendidikan bagi ratusan siswa yang telah lolos seleksi.

Dalam sambutannya, Al Haris mengajak seluruh peserta didik memanfaatkan kesempatan emas yang diberikan pemerintah melalui Program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto.
"Belajarlah dengan sungguh-sungguh. Semua fasilitas pendidikan telah disediakan secara gratis oleh pemerintah pusat. Jangan lupa bersyukur dan berterima kasih atas kesempatan yang diberikan ini," ujar Al Haris.
Menurutnya, Sekolah Rakyat merupakan langkah strategis pemerintah untuk memberikan akses pendidikan berkualitas kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu, sehingga mereka memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Ia menegaskan, sekolah bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga menjadi rumah kedua yang berperan membentuk karakter, disiplin, dan keterampilan peserta didik.
"Peran orang tua, guru, dan masyarakat sangat penting dalam mendampingi anak-anak agar tumbuh menjadi generasi yang berakhlak, percaya diri, serta mampu berprestasi," katanya.
Al Haris juga menyoroti masih adanya tantangan sosial yang dihadapi sebagian keluarga, mulai dari persoalan ekonomi hingga kondisi rumah tangga. Karena itu, ia meminta seluruh pihak memperkuat sinergi agar anak-anak tetap memperoleh pendidikan, perlindungan, dan ruang untuk mengembangkan potensi melalui kegiatan positif.
Kepada para orang tua, Gubernur berpesan agar terus memberikan dukungan moral kepada anak-anak selama menjalani pendidikan di sekolah berasrama tersebut.
"Anak-anak harus diberi kesempatan belajar dengan tenang. Orang tua juga harus ikhlas karena mereka tinggal di asrama. Jangan terlalu sering datang agar proses adaptasi mereka berjalan dengan baik. Kunjungan cukup mengikuti jadwal yang telah ditentukan sekolah," pesannya.