Metronews

Hari Anak Nasional 2026, Bunda PAUD Jambi Ajak Semua Pihak Lindungi Hak Anak

0

0

jambidalamberita |

Jumat, 24 Jul 2026 05:48 WIB

Reporter : Yudi

Editor : Yudi

Ketua TP PKK sekaligus Bunda PAUD Provinsi Jambi, Hj. Hesnidar Haris, saat menjadi narasumber dialog interaktif di TVRI Jambi dalam rangka Hari Anak Nasional 2026 - (Jambidalamberita.id)

Berita Terkini, Eksklusif di Whatsapp

+ Gabung

JAMBIDALAMBERITA.ID, JAMBI – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 menjadi momentum bagi Pemerintah Provinsi Jambi untuk memperkuat komitmen dalam memenuhi hak-hak anak melalui perlindungan, pendidikan yang inklusif, serta penguatan peran keluarga di tengah perkembangan teknologi digital.

Komitmen tersebut disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Bunda PAUD Provinsi Jambi, Hj. Hesnidar Haris, S.E., saat menjadi narasumber dalam dialog interaktif Kabar Jambi di TVRI Stasiun Jambi bertajuk "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan", Kamis (23/7/2026).

Hesnidar menegaskan, Hari Anak Nasional bukan sekadar peringatan seremonial, tetapi menjadi momen refleksi bersama untuk memastikan setiap anak memperoleh hak atas perlindungan, pendidikan, kesehatan, serta lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembangnya.

"Anak merupakan aset bangsa dan generasi penerus yang harus kita jaga bersama. Tanggung jawab memenuhi hak-hak anak bukan hanya berada di tangan orang tua, tetapi juga memerlukan sinergi pemerintah, lembaga pendidikan, dunia usaha, serta seluruh elemen masyarakat hingga ke tingkat desa," ujarnya.

Baca Juga:

Ditjen Perhubungan Darat Tinjau Terminal Alam Barajo, Pemprov Jambi Dorong Penguatan Transportasi Modern dan Ramah Lingkungan

Menurut Hesnidar, Pemerintah Provinsi Jambi terus menjalankan berbagai langkah strategis guna mendukung tumbuh kembang anak. Di sektor pendidikan, pemerintah mendorong terwujudnya layanan pendidikan yang inklusif dan ramah anak tanpa diskriminasi.

Salah satunya melalui pendampingan bagi anak-anak dari Suku Anak Dalam (SAD) agar memperoleh kesempatan belajar di sekolah umum dengan pendekatan yang menghargai budaya dan karakter mereka.

Perhatian juga diberikan kepada Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) melalui sinergi bersama Dekranasda Provinsi Jambi. Berbagai program pengembangan potensi nonakademik, seperti pelatihan membatik dan ruang apresiasi bakat, terus dikembangkan untuk meningkatkan kemandirian dan rasa percaya diri anak-anak penyandang disabilitas.

Selain itu, hak pendidikan bagi anak-anak yang berada di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) juga tetap dipenuhi melalui akses pendidikan dan pendampingan mental sebagai bekal membangun masa depan yang lebih baik.

Baca Juga:

Bupati Fadhil Arief Perkuat Sinergi dengan BKKBN Jambi, Akselerasi Program GENTING dan Percepatan Penurunan Stunting

Pada jenjang pendidikan dasar, Bunda PAUD menginstruksikan seluruh Pokja Bunda PAUD kabupaten/kota hingga desa agar aktif mengawal pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Pengawasan dilakukan untuk memastikan kegiatan berlangsung edukatif, menyenangkan, bebas dari kekerasan, serta mencegah terjadinya perundungan atau bullying.

Dalam kesempatan itu, Pemerintah Provinsi Jambi juga mengapresiasi Taman Penitipan Anak (TPA) atau Taman Asuh Sayang Anak CBC Mawaddah Warahmah Jambi yang berhasil meraih Juara I Tingkat Nasional dari Kemendukbangga/BKKBN. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa layanan PAUD di Jambi mampu bersaing di tingkat nasional melalui penerapan kurikulum berbasis lingkungan, pendidikan inklusif, serta asesmen tumbuh kembang anak yang ramah disabilitas.

Hesnidar juga menyoroti meningkatnya kasus speech delay pada anak usia dini akibat penggunaan gawai secara berlebihan. Karena itu, ia mengimbau para orang tua agar lebih bijak memberikan akses gadget kepada anak, memperbanyak komunikasi langsung di lingkungan keluarga, serta mengarahkan penggunaan teknologi digital untuk kegiatan yang bersifat edukatif.

Di bidang kesehatan, Pemerintah Provinsi Jambi terus memperkuat percepatan penurunan stunting melalui optimalisasi layanan Posyandu berbasis enam Standar Pelayanan Minimal (SPM). Bersama Tim Penggerak PKK, edukasi mengenai pola asuh berkualitas, pemenuhan gizi seimbang, hingga pemanfaatan pangan lokal bergizi seperti daun kelor terus digencarkan kepada masyarakat.

Sumber :

Share :

KOMENTAR

Konten komentar merupakan tanggung jawab pengguna dan diatur sesuai ketentuan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Komentar

BERITA TERKAIT


BERITA TERKINI


BERITA POPULER